TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Bank bjb Kantor Cabang Tasikmalaya secara aktif terus menggencarkan edukasi literasi dan inklusi keuangan bagi berbagai komponen masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Langkah strategis ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan serta budaya menabung sejak dini.
Tim Bank bjb menjalankan program edukasi tersebut dengan mengunjungi sejumlah sekolah tingkat SMA sederajat di wilayah Kota Tasikmalaya. Kunjungan ini sengaja memanfaatkan momentum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Baca Juga: Tugu Koperasi Tasikmalaya Bersolek Sambut Menkop Ferry Juliantono, Revitalisasi Total Segera Dimulai
Kali ini, Bank bjb mewujudkan sinergi nyata lewat kolaborasi bersama SMKN 1 Kota Tasikmalaya bertepatan dengan agenda MPLS di lingkungan sekolah tersebut, Jumat (17/7/2026).
Jajaran Bank bjb mengemas kegiatan edukasi ini dengan penuh semarak. Ratusan pelajar menyambut antusias materi dan pemaparan komprehensif terkait pentingnya pemahaman literasi serta inklusi keuangan.
Dalam sesi tersebut, para peserta menerima bekal pemahaman mengenai pentingnya memiliki rekening tabungan sejak dini. Petugas juga mengajari mereka cara menyisihkan uang saku secara rutin, mengenal produk layanan keuangan yang legal, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan dan investasi bodong.
Pimpinan Cabang Bank bjb Tasikmalaya, Fina Petrina Ahmad, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan pemahaman para pelajar tentang esensi budaya menabung sekaligus mendeteksi aktivitas keuangan yang ilegal.
Fina menilai literasi keuangan bagi anak usia sekolah sangat penting agar mereka mampu mengatur keuangan secara benar dan bijak demi masa depan yang cerah.
“Kami percaya, literasi keuangan bisa menjadi bekal penting bagi pelajar untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dengan menumbuhkan budaya menabung dan mengelola keuangan sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan bijak dalam mengambil keputusan finansialnya,” ungkap Fina Petrina Ahmad.
Investasi Masa Depan
Ia mengimbuhkan bahwa melalui kegiatan ini, Bank bjb mengajak dan mendorong para siswa agar segera memiliki rekening tabungan mandiri sebagai langkah investasi masa depan.
“Bank bjb menghadirkan program Simpanan Pelajar (SimPel) dan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program tersebut bisa dengan mudah diakses oleh para pelajar dengan syarat yang mudah dan awal tabungan yang ringan,” ujarnya.
Fina menegaskan, kepemilikan rekening sejak dini menjadi pintu awal yang sehat untuk membangun perilaku finansial yang positif bagi generasi muda.
Menurutnya, generasi yang cerdas finansial akan mampu merencanakan masa depan dengan matang. Terlebih menghindari perilaku konsumtif, serta lebih siap berkontribusi dalam memutar roda perekonomian bangsa.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Kota Tasikmalaya, Junjun Nugraha Sutisna, melayangkan apresiasi dan terima kasih kepada Bank bjb Tasikmalaya atas kepedulian mereka mengedukasi para siswanya.
Junjun mengakui pembekalan ilmu keuangan dasar sangat krusial bagi remaja. Tujuannya agar mereka memiliki tanggung jawab penuh terhadap uang yang mereka pegang.
“Mereka harus melek literasi keuangan agar mampu bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangannya. Sehingga tidak mudah tergiur dengan tawaran-tawaran keuangan ilegal seperti pinjaman online, judi online, atau investasi bodong lainnya,” tegas Junjun Nugraha.
Ia memandang kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga perbankan menjadi kunci utama untuk mempercepat target inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Pihak sekolah pun ingin membiasakan para anak didik mereka untuk mengelola uang saku dengan hemat. Terlebih menghindari sifat boros selama menuntut ilmu di bangku sekolah.
“Hadirnya layanan perbankan di lingkungan sekolah tentu akan memudahkan bagi kami semua untuk bertransaksi keuangan dengan mudah, nyaman, dan cepat,” pungkas Junjun.
(Seda)



