spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lelang Ulang Lagi, Ini 3 Penyebab Proyek Tol Getaci Gagal Tender untuk Kedua Kalinya

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Rencana mega proyek Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) kembali menemui jalan buntu. Jalan tol yang awalnya akan merebut takhta sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia ini resmi gagal lelang untuk kedua kalinya oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kegagalan ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat Jabar dan Jateng yang telah lama mendambakan urat nadi transportasi baru di jalur selatan. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar meja tender Kementerian PU?

3 Biang Kerok Utama Penyebab Tol Getaci Gagal Lelang

Berdasarkan evaluasi komprehensif dari Kementerian PU dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), terdapat beberapa faktor krusial yang membuat para investor raksasa memilih mundur teratur dari proyek bernilai fantastis ini:

1. Masalah Financial Close dan Ketatnya Likuiditas Bank

Faktor utama macetnya proyek ini adalah kegagalan pemenang tender terdahulu maupun peserta kualifikasi baru dalam mencapai financial close (pemenuhan komitmen pendanaan perbankan). Dengan total nilai investasi awal yang menembus Rp 56,2 triliun, risiko finansial terlalu tinggi. Sektor perbankan saat ini jauh lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan jangka panjang untuk mega proyek infrastruktur.

BACA JUGA: Mengurai Manfaat Tol Getaci bagi Garut Tasikmalaya Ciamis Banjar dan Pangandaran

2. Aturan Ketat Terkait Afiliasi Peserta Lelang

Kementerian PU menerapkan aturan tata kelola yang sangat tegas. Beberapa konsorsium besar yang mencoba masuk ke dalam proses pra-kualifikasi ulang gugur karena adanya indikasi afiliasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terdahulu yang telah membatalkan kontrak awal. Pemerintah secara tegas melarang entitas yang terafiliasi dengan pihak default (gagal kontrak) sebelumnya untuk ikut serta demi menjaga transparansi bisnis.

3. Skala Proyek yang Kurang Realistis bagi Investor

Dua konsorsium besar yang sempat melaju ke tahap akhir PT Trans Persada Sejahtera, PT Wiranusantara Bumi serta PT Helindo-PT Proyek Tiga tidak lolos tahap kualifikasi teknis dan finansial. Geografi jalur selatan Jawa Barat yang berbukit-bukit menuntut biaya konstruksi yang sangat masif, membuat tingkat pengembalian modal (Internal Rate of Return/IRR) menjadi kurang menarik tanpa adanya suntikan dukungan dana pemerintah (Viability Gap Fund) yang besar.

Ubah Strategi: Trase Dipangkas Hanya Sampai Ciamis

Menyikapi kebuntuan yang berulang, Kementerian PU tidak tinggal diam. Pemerintah kini tengah menyiapkan strategi baru agar tol ini tidak selamanya menjadi proyek di atas kertas.

Salah satu langkah taktis yang diambil adalah memangkas panjang jalur. Tol Getaci yang semula dirancang membentang sepanjang 171,40 km hingga Cilacap, kini dipotong dan difokuskan terlebih dahulu hingga Kabupaten Ciamis.

“Langkah pemangkasan ini otomatis menurunkan nilai investasi secara signifikan dari Rp 56,2 triliun menjadi sekitar Rp 37,64 triliun. Harapannya, angka baru ini lebih ramah di kantong para investor dan perbankan,” tulis keterangan resmi terkait evaluasi proyek.

Beberapa pengamat dari Pusat Kajian Infrastruktur Strategis (PUKIS) juga menyarankan agar pemerintah fokus membangun hingga Tasikmalaya terlebih dahulu. Jika konektivitas dan pergerakan ekonomi di Tasikmalaya sudah terbentuk nyata, menarik minat investor untuk melanjutkan sisa ruas ke Ciamis dan Cilacap akan jauh lebih mudah.

BACA JUGA: Tol Getaci dan Jalur Kereta Dinanti, Pelaku Wisata Yakin Kunjungan ke Pangandaran Meningkat

Kabar Baik: Pembebasan Lahan Tetap Berjalan

Meski konstruksi fisik kembali tertunda akibat lelang ulang, masyarakat diimbau tidak berkecil hati. Kementerian PU memastikan proses pembebasan dan pengadaan lahan untuk Tahap 1 (Gedebage hingga Garut dan Tasikmalaya) tetap berjalan normal menggunakan anggaran negara.

Artinya, begitu pemenang lelang baru nanti ditetapkan, kontraktor bisa langsung tancap gas melakukan pembangunan fisik tanpa perlu tersandera masalah sengketa tanah warga.

Bagi yang ingin mendengarkan ulasan mendalam serta melihat peta rencana pembangunan jalan bebas hambatan ini, silakan tonton Diskusi Pembangunan Ruas Tol Getaci yang membahas pentingnya memprioritaskan proyek hingga Tasikmalaya demi efisiensi anggaran.

(Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru