BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan peringatan keras bagi para orangtua terkait dampak buruk kebiasaan anak bermain gawai (gadget) terlalu lama. Menurutnya, minimnya aktivitas fisik akibat kecanduan gawai kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan generasi muda.
Ketika anak-anak kurang bergerak, nutrisi dan gizi yang masuk ke dalam tubuh tidak akan terbakar menjadi energi. Dampaknya sangat fatal: imunitas anak menurun, emosi menjadi tidak stabil, hingga memicu penyakit kronis yang biasanya orang dewasa sebagai penderitanya.
“Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi,” kata Dedi.
BACA JUGA: Mengenal Honda CRF1100L Africa Twin, Motor Yang Ditunggangi Dedi Mulyadi
Fenomena Gagal Ginjal dan Diabetes pada Anak
Ia menyoroti fenomena miris yang kini mulai marak ditemukan di dunia medis, di mana penyakit-penyakit berat orang dewasa justru mulai menyerang anak-anak akibat pola hidup yang pasif (sedentary lifestyle).
Beberapa dampak buruk anak kurang bergerak akibat gawai antara lain:
Risiko Penyakit Kronis: Kasus gagal ginjal dan diabetes pada usia anak-anak.
Gangguan Psikologis: Tingkat emosi dan Stres pada anak cenderung menjadi lebih tinggi dan tidak stabil.
Penumpukan Nutrisi Negatif: Gizi dari makanan tidak terolah dan mengendap menjadi penyakit.
Oleh karena itu, orang nomor satu di Jabar ini meminta para orang tua di Jawa Barat untuk lebih selektif dan ketat dalam menjaga pola hidup buah hati mereka. Orang tua diimbau aktif mengajak anak bergerak serta membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang tidak sehat.
Terobosan Baru Jabar: Jamin Nutrisi Gratis untuk Ibu Hamil
Selain menyoroti kesehatan anak, Pemprov Jabar juga tengah menyiapkan langkah preventif sejak dini untuk mencetak generasi unggul. Ia membeberkan rencana besar Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan memberikan jaminan nutrisi bagi ibu hamil.
BACA JUGA: Kejari Kota Banjar Musnahkan Barang Bukti Pidana Inkrah Periode Januari-Juni 2026
Saat ini, regulasi tersebut sedang dirumuskan secara matang agar hak-hak dasar kesehatan ibu hamil dapat terpenuhi secara merata.
“Ketika yang hamilnya bermasalah, maka dia boleh ke toko, minimarket, atau ke mana pun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan aspek material manusia seperti asupan makanan bergizi, air minum berkualitas, hingga udara yang bersih merupakan kewajiban yang harus dijamin oleh negara dalam setiap fase perkembangan kehidupan warganya.
(Anthika Asmara)



