spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DLHK Depok Optimalkan TPS 3R Jalan Jawa untuk Ubah Sampah Menjadi Energi Alternatif

DEPOK,FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Langkah strategis ini bertujuan memangkas volume sampah sejak dari hulu atau sumber utamanya.

Pemerintah menempuh upaya ini agar warga dapat memanfaatkan kembali lebih banyak sampah sebelum armada mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Baca Juga: Umuh Muchtar Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026

DLHK memfokuskan pengelolaan tersebut pada salah satu fasilitas penting, yaitu TPS 3R Jalan Jawa. Petugas kini memfungsikan lokasi ini sebagai pusat pemrosesan awal sampah rumah tangga guna menghasilkan bahan baku Refuse Derived Fuel (RDF) sekaligus mengolah material organik agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi bagi lingkungan.

Melalui proses pemilahan dan pengolahan intensif di TPS 3R, pemerintah berharap jumlah sampah yang menuju ke TPA terus menurun. Langkah ini sukses mengubah sampah yang sebelumnya tidak berguna menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi serta ramah lingkungan.

Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Udara Kodratullah, menjelaskan bahwa masyarakat tidak harus membuang seluruh sampah ke TPA. Menurutnya, mayoritas sampah masih memiliki potensi pemanfaatan yang tinggi melalui metode pengolahan yang tepat.

“Dari 100 persen sampah yang dihasilkan, sekitar 80 persen masih memiliki nilai ekonomis dan produktif. Hanya sekitar 20 persen yang benar-benar menjadi residu dan harus dibuang ke TPA karena sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Potensi Daur Ulang Produk baru dan Bahan Energi Alternatif

Kodratullah menerangkan, sampah anorganik seperti plastik, bungkus makanan ringan, serta kemasan plastik lainnya menyimpan potensi besar untuk daur ulang menjadi produk baru maupun bahan baku energi alternatif.

Sementara itu, sampah organik juga tidak langsung berakhir menjadi limbah tidak berguna. Petugas dapat memproses kembali jenis sampah ini menjadi pupuk kompos atau mencacahnya agar lebih cepat terurai secara alami saat kembali ke alam.

Ia memaparkan bahwa material organik dari alam seperti daun, ranting, dan sisa tanaman pada dasarnya akan menyatu kembali dengan tanah melalui proses pembusukan alami. Selain itu, bahan organik sintetis seperti tisu, kardus, dan kertas juga masih bisa hancur dalam jangka waktu tertentu.

“Yang saat ini yang menjadi kategori sebagai sampah sebenarnya adalah material yang sulit terurai secara alami dalam waktu lama. Sedangkan bahan yang masih bisa kembali menyatu dengan alam dalam waktu relatif singkat tetap memiliki potensi untuk dimanfaatkan,” jelasnya.

Di sisi lain, terdapat pula jenis sampah yang masuk kelompok residu karena sangat sulit terurai atau mengolahnya kembali. Beberapa contohnya meliputi popok sekali pakai, pembalut, serta bahan penyerap tertentu yang berpotensi menghasilkan limbah berbahaya jika melalui proses pengolahan lebih lanjut.

Kodratullah menambahkan, kehadiran TPS 3R menjadi salah satu kunci penting dalam menyusutkan volume buangan sampah ke TPA. Pemilahan yang berjalan di fasilitas ini memastikan hanya residu dalam jumlah sangat sedikit yang akan dikirim ke pembuangan akhir.

“TPS 3R hadir untuk mengubah pembuangan sampah menjadi hanya sekitar 20 persen residu. Sisanya dapat kita oleh menjadi produk yang lebih bermanfaat,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru