CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis terus memacu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memenangkan persaingan di pasar yang lebih luas. Melalui Gerai UMKM di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis (kawasan bekas Terminal Maleber), pemerintah daerah tidak sekadar menyediakan pusat oleh-oleh, melainkan membangun ekosistem pembinaan terpadu demi mengantarkan produk lokal menembus pasar nasional hingga kancah ekspor.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ciamis, Wahyu Ghifary Setiawan, menegaskan bahwa fasilitas fisik ini mencerminkan komitmen nyata jajaran birokrasi dalam mendongkrak daya saing komoditas lokal.
Baca Juga: Hari Bhayangkara 80, Ada Anjangsana di Polres Ciamis
“Pemerintah Kabupaten Ciamis memfasilitasi penuh operasional Gerai UMKM ini. Kami mendedikasikan tempat strategis ini khusus untuk menyokong para pelaku usaha lokal dalam memperluas jangkauan promosi rupa-rupa produk unggulan mereka,” ujar Wahyu Ghifary Setiawan, Sabtu (20/6/2026).
Saat ini, gerai pusat oleh-oleh tersebut menampung sekitar 40 jenis produk makanan dan minuman (kuliner). Serta tersedia juga 15 varietas produk kriya (kerajinan tangan) hasil kreativitas perajin Ciamis. Ragam pajangan tersebut menjadi magnet tersendiri bagi pelancong maupun masyarakat umum yang tengah berburu buah tangan autentik khas Tatar Galuh. Selain bernilai ekonomi, gerai ini juga memprioritaskan saringan produk kreatif yang mengusung konsep ramah lingkungan dan keberlanjutan.
Sasar Jalur Strategis Ciamis–Cirebon, Pemkab Jaring Kerja Sama Kedinasan untuk Genjot Omset
Wahyu menjelaskan bahwa dinas terkait tidak membatasi program pengembangan UMKM pada urusan penyediaan etalase promosi semata. Pemkab Ciamis secara simultan menggulirkan program pendampingan berjenjang. Mulai dari standardisasi mutu, perbaikan kemasan, hingga pembukaan akses kemitraan dagang yang lebih luas.
“Kami menerapkan strategi hulu-hilir. Selain menjaring beragam potensi UMKM yang tersebar di wilayah Ciamis, kami memberikan pembinaan secara intensif dan menyertainya dengan promosi agresif,” jelas Wahyu.
Langkah promosi tersebut mencakup pengiriman delegasi pengusaha lokal ke berbagai ajang pameran dagang di tingkat kabupaten, provinsi, hingga panggung nasional. Bahkan, dinas kini tengah menggembleng sejumlah pelaku usaha potensial agar siap mencicipi pasar ekspor. Walaupun belum mencetak transaksi internasional dari gerai ini, Wahyu optimistis peluang tersebut akan segera terbuka lebar.
“Kami sedang mengawal salah satu produk makanan dan minuman unggulan untuk mengikuti program inkubasi eksportir pemula dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kami berharap program ini segera melahirkan eksportir baru yang membawa nama harum Ciamis di luar negeri,” ungkap Wahyu.
Letak gerai yang mendiami jalur utama penghubung Ciamis–Cirebon terbukti mendatangkan keuntungan logistik yang tinggi. Banyak pengendara luar kota sengaja menghentikan laju kendaraan untuk memborong camilan khas di pusat oleh-oleh ini.
Guna melipatgandakan angka penjualan, Pemkab Ciamis juga mengeluarkan kebijakan internal lintas sektor. Setiap instansi atau perangkat daerah yang menerima kunjungan tamu dinas dari luar kota kini wajib mengarahkan rute belanja oleh-oleh ke Gerai UMKM Maleber, sehingga memicu dampak ekonomi langsung bagi perajin lokal.
(Mia)



