PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Panitia pelaksana Hajat Laut Kabupaten Pangandaran 2026 terus mematangkan persiapan menjelang detik-detik puncak perayaan festival pesisir yang akan bergulir pada Selasa, 16 Juni 2026 di kawasan Pantai Timur. Manajemen panitia telah menyusun rupa-rupa rangkaian prosesi adat sakral hingga kompetisi ketangkasan nelayan sejak jauh-jauh hari.
Perwakilan panitia pelaksana, Sugeng, mengungkapkan bahwa karnaval dongdang tradisional dan ritual tabur bunga di tengah samudra menjadi magnet utama bagi para pelancong tahun ini.
Baca Juga: PUTRPRKP Pangandaran Belum Terima Pengajuan KKPR Proyek Vila di Cijulang
“Kami akan melepas rombongan Karnaval Dongdang tepat pukul 09.15 hingga 10.00 WIB dengan mengambil titik start dari Sentral Parkir Eks Pasar Wisata. Defile ini menyajikan pertunjukan drum band, barisan peserta karnaval baju adat, penilaian busana kebaya, hingga atraksi kesenian ebeg. Rangkaian ini selalu memicu antusiasme tinggi dari masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara,” jelas Sugeng, Senin (15/6/2026).
Sugeng menambahkan, petugas pendaftaran sudah membuka meja registrasi peserta sejak pukul 06.30 WIB yang terbagi di dua titik. Yakni Plaza Air Mancur Pantai Timur serta Sentral Parkir Eks Pasar Wisata. Pagi hari akan menyuguhkan berbagai kemeriahan seperti Gelar Pangan Murah, Lomba Menghias Tumpeng, Memasak Pindang Gunung kuliner khas daerah, Lomba Kebaya, hingga persiapan Karnaval Dongdang.
Hadirkan Tokoh Nasional Susi Pudjiastuti, Perlombaan Nelayan Siap Mengguncang Pantai Timur
Pihak panitia memusatkan seluruh rangkaian acara inti di area Tenda atau Panggung Utama mulai pukul 12.20 WIB. Panggung utama akan menampilkan Tari Penyambutan tradisional dan upacara pembukaan.
Selanjutnya pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta deretan pidato kehormatan. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) H. Jeje Wiradinata akan menyampaikan sambutan pukul 12.45 WIB, menyusul mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti pukul 13.00 WIB, lalu Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami, SH pukul 13.10 WIB.
“Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) akan mempersembahkan pertunjukan megah Tari Kolosal Rengganis tepat pukul 13.20 WIB. Selanjutnya pukul 13.30 WIB, Anggota DPR RI Ibu Hj. Ida Nurlaela Wiradinata akan memimpin aksi simbolis pemotongan tumpeng. Sekaligus menilai langsung cita rasa hidangan tumpeng serta pindang gunung buatan peserta,” ucap Sugeng.
Begitu pembawa acara (MC) menutup sesi seremonial pembukaan pukul 13.45 WIB, panitia langsung mengomandoi mulainya ragam perlombaan rakyat khas nelayan secara serentak di sepanjang pesisir Pantai Timur. Rangkaian perlombaan tersebut mencakup Grand Final Beach Volleyball, kompetisi renang bebas di laut, tarik tambang pasir, lomba menangkap meri (bebek), permainan tradisional tekos, hingga adu cepat paddle board.
Lomba Edukatif untuk Generasi Muda
Guna menjamin kelancaran kompetisi, Sugeng telah membagi penanggung jawab pada tiap-tiap cabang perlombaan. Budiman bersama Ade Turiman akan mengawal jalannya pertandingan voli pantai. Sedangkan Ade Entik berkolaborasi dengan Dodo dari tim Balawista (penyelamat pantai) siap mengamankan jalannya lomba renang.
Sebelum menginjak acara inti besok, gaung Hajat Laut 2026 sejatinya telah bergulir sejak Minggu, 7 Juni 2026 lewat babak penyisihan Lomba Beach Volleyball Nelayan di Pantai Barat depan Nanjung Sari yang berlangsung setiap hari.
Sepanjang hari Senin (15/6/2026), panitia juga sukses merampungkan perlombaan edukatif bagi generasi muda mulai dari lomba melukis, mengarang cerita, pildacil, melantunkan pupuh Sunda, hingga tilawah Qur’an yang bertempat di TPI, Tenda Utama, dan Masjid Baiturahman.
Sebagai penutup seluruh rangkaian perayaan, panitia memusatkan malam kegembiraan di TPI Cikidang mulai pukul 19.00 WIB. Agenda malam tersebut akan mengalirkan santunan sosial bagi anak yatim dan kaum jompo.
Kemudian pengumuman resmi para pemenang lomba. Serta pagelaran seni tradisional ronggeng gunung kolaborasi Disparbud yang akan menghibur warga hingga menjelang tengah malam pukul 23.30 WIB.
Tradisi tahunan Hajat Laut Pangandaran ini bertindak sebagai simbol ekspresi rasa syukur kaum nelayan atas limpahan rezeki hasil tangkapan laut. Sekaligus ruang doa bersama demi memohon keselamatan saat mengarungi samudra.
Rutinitas budaya ini juga konsisten menjadi salah satu produk jualan pariwisata budaya unggulan yang mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pangandaran pada setiap tahunnya.
(Sajidin)



