CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (KKG PJOK) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menciptakan gebrakan baru dalam dunia olahraga usia dini. Mereka meluncurkan turnamen mandiri bertajuk Invitasi Olahraga Siswa Berkarakter Tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Ciamis, Senin (15/6/2026).
Ketua KKG PJOK Kabupaten Ciamis, Rais, menegaskan bahwa turnamen ini lahir sebagai jawaban atas kegelisahan para guru olahraga di daerah. Kompetisi hulu ini bertindak menjadi wadah pembinaan bagi sejumlah cabang olahraga (cabor) populer. Seperti bola voli yang tahun ini absen atau tidak masuk dalam kalender perlombaan resmi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Baca Juga: Kandang Ayam di Cijeungjing Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta
“Kami sengaja menginisiasi kegiatan ini secara mandiri di luar rangkaian agenda O2SN. Langkah ini penting guna mengakomodir bakat dan minat anak-anak didik di tingkat kecamatan yang memiliki potensi besar pada cabor sepak bola, bola voli, dan sepak takraw,” ungkap Rais, Senin (15/6/2026).
Rais memaparkan bahwa turnamen ini murni buah pemikiran dan swadaya KKG PJOK Kabupaten Ciamis. Pihaknya ingin mendobrak batasan program nasional seperti O2SN yang hanya membatasi kompetisi pada lima cabang olahraga saja. Kendati baru pertama kali bergulir di tatar Galuh, atmosfer persaingan langsung meledak dengan animo kepesertaan yang luar biasa tinggi dari rupa-rupa sekolah.
Gunakan Sistem Seleksi Kecamatan, Ratusan Atlet SD Berebut Podium di Tiga Arena Berbeda
Rais melanjutkan bahwa para atlet cilik yang tampil di tingkat kabupaten harus melewati saringan ketat pada level wilayah domestik mereka masing-masing. Panitia menyerahkan wewenang penuh kepada koordinator di tiap kecamatan untuk menggelar seleksi internal secara objektif. Hingga berhasil membentuk satu tim tangguh yang berhak menyandang status utusan resmi kecamatan.
Berdasarkan basis data milik panitia pelaksana, ratusan murid sekolah dasar saat ini tengah memeras keringat demi memburu podium juara. Pada rumpun cabor sepak bola, sebanyak 25 tim siap mempertontonkan teknik mengolah si kulit bundar. Sementara itu, cabor bola voli sukses menjaring 25 tim putra dan 23 tim putri. Serta cabor sepak takraw yang mengumpulkan persaingan dari 6 tim tangguh.
Guna menyiasati kepadatan jadwal dan menjaga kebugaran fisik para siswa, manajemen panitia memecah konsentrasi pertandingan ke dalam tiga arena olahraga yang berbeda di seputar pusat kota Ciamis.
“Mengingat turnamen ini baru sebatas menginjak tahun pertama pelaksanaan, para peraih medali juara nantinya memang belum bisa melenggang ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Namun, kami menaruh harapan besar agar ajang perdana ini mampu memicu stimulus positif. Sehingga ke depan lahir kompetisi serupa pada level hierarki yang lebih tinggi,” pungkas Rais.
(Husen Maharaja)



