CIAMIS,FOKUSJabar.id: Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciamis mengerahkan dua unit armada mobil pancar untuk menjinakkan kobaran api yang mengamuk di Kecamatan Cijeungjing. Si jago merah terpantau membakar habis bangunan kandang ayam semi permanen bertingkat tiga milik Aep Saepudin Firdaus di Dusun/Desa Handapherang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Peristiwa kebakaran hebat yang melanda bangunan berukuran $6 \times 17$ meter tersebut beruntung tidak sampai menelan korban jiwa maupun luka-luka pada manusia. Kendati demikian, musibah ini memaksa pemilik peternakan menelan kerugian materiil yang sangat besar, dengan taksiran mencapai Rp 200 juta. Amukan api melumat tanpa sisa seluruh bangunan fisik kandang beserta segala fasilitas di dalamnya hingga menyisakan tumpukan abu hitam.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Desa Awiluar Ciamis Gelar Lomba Pawai Obor
Dugaan kuat dari otoritas setempat menyebutkan bahwa hubungan arus pendek (korsleting) listrik memicu percikan api pertama. Percikan tersebut kemudian menyambar material bangunan semi permanen yang bersifat mudah terbakar, hingga api langsung membesar dalam hitungan menit.
Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, menjelaskan kronologi awal mula penemuan titik api. Menurutnya, tetangga di sekitar lokasi kejadian menjadi pihak pertama yang menyadari pendaran api yang tengah melahap struktur atas kandang bertingkat tersebut.
“Personel Damkar UPTD Ciamis menerima laporan resmi insiden kebakaran kandang ayam di wilayah Desa Handapherang ini sekitar pukul 15.00 WIB. Tanpa membuang waktu, kami langsung menerjunkan pasukan penuh beserta dua armada pemadam ke titik lokasi kebakaran,” tegas Trisyanto, Senin (15/6/2026).
Blokade Perambatan Api, Pasukan Damkar Ciamis Tuntaskan Proses Pendinginan
Trisyanto memaparkan, setibanya di area peternakan, petugas langsung melakukan lokalisasi area agar kobaran api tidak merembet ke permukiman warga terdekat. Setelah berjibaku menerjang pekatnya asap dan besarnya kobaran api selama beberapa saat, pasukan Damkar akhirnya sukses menguasai situasi dan memadamkan api secara sempurna.
Usai melumpuhkan kepulan api utama, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi begitu saja. Awak Damkar Ciamis melanjutkan operasi dengan menggelar tahapan pendinginan (cooling down) secara intensif di seluruh sudut puing bangunan.
“Kami wajib melakukan penyemprotan sisa bara api atau proses pendinginan ini secara detail. Langkah ini bertindak sebagai prosedur tetap untuk memastikan tidak ada lagi arang menyala yang berpotensi memicu kemunculan api sekunder di kemudian jam,” pungkas Trisyanto menutup penjelasannya.
(Husen Maharaja)



