BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan proses penentuan pengelola baru Bandung Zoo kini memasuki tahap akhir.
Penetapan mitra pengelola baru di targetkan rampung pada 9 Juni 2026, dengan tiga kandidat besar masih bersaing dalam tender pengelolaan lembaga konservasi tersebut.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, saat ini Pemkot Bandung telah menyelesaikan diskusi dengan Kementerian Kehutanan terkait penentuan pihak yang akan memperoleh izin lembaga konservasi untuk mengelola Bandung Zoo.
Baca Juga: Hari Ini Daging Sapi Kurban Presiden Dibagikan kepada Warga Kota Bandung
“Bandung Zoo itu insyaallah akan segera di umumkan pemenangnya. Saya sudah selesai melakukan diskusi dengan Kementerian Kehutanan,” kata Farhan di Pendopo Kota Bandung Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, Kementerian Kehutanan telah memberikan hasil penilaian awal terhadap para calon pengelola. Tahapan selanjutnya yakni pemasukan dokumen penawaran pada 4 Juni 2026 dan pelaksanaan tender pada 8 Juni 2026.
“Saya akan mendapatkan kabar dari Kementerian Kehutanan pemenang yang pasti yang mendapatkan izin lembaga konservasi,”katanya.
Farhan menjelaskan, bahwa proses sebelumnya bukan gagal lelang, melainkan harus di lakukan lelang ulang karena adanya perubahan dokumen administrasi setelah tahap negosiasi.
“Yang tiga kemarin itu memang administrasi pisan. Sudah di buka kemudian di lakukan negosiasi ulang,” ucapnya.
Farhan menegaskan, bahwa perubahan dokumen lelang tidak bisa di lakukan secara langsung dan harus mengikuti mekanisme lelang ulang sesuai aturan pemerintah.
Baca Juga: Umuh Muchtar Nikmati Momen Iduladha Penuh Kebahagiaan
“Negosiasi ulangnya berarti untuk mengubah dokumen lelang. Nah untuk mengubah dokumen lelang tidak dengan serta-merta bisa di ubah, tetapi harus di ajukan kembali dalam bentuk lelang ulang. Memang peraturan menteri dalam negeri seperti ini,” jelasnya.
Farhan menambahkan, saat ini terdapat tiga kandidat kuat calon pengelola Bandung Zoo, yakni Gembira Loka Zoo, Faunaland, dan Taman Safari Indonesia.
“Final penetapan mitra di lakukan pada 9 Juni 2026, dan penandatanganan kerja sama di lakukan pada 12 Juni 2026,”pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



