PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Anggota Polres Pangandaran, Bripka Febrian Taruna Permana, menunjukkan sisi lain dari sosok seorang polisi melalui bakat bermusiknya. Selain menjalankan kewajiban sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Sidamulih ini aktif menjadi vokalis band lokal bernama Embun Pagi.
Kiprah Febrian di dunia musik bermula sejak tahun 2016. Awalnya, ia menerima ajakan warga saat melaksanakan kegiatan sambang di desa binaan. Kedekatan tersebut kemudian melahirkan sebuah grup musik yang rutin menghibur warga dalam berbagai acara kemasyarakatan.
Baca Juga: Dari Pangandaran, Bendum Brigade Garuda Respon Pernyataan Saiful Mujani
“Awalnya saya diajak warga saat berkegiatan di desa. Kami kemudian membentuk band dan terus berkembang hingga sekarang,” ungkap Bripka Febrian, Selasa (14/4/2026).
Musik Sebagai Jembatan Komunikasi
Bagi Febrian, bermusik bukan sekadar menyalurkan hobi, melainkan instrumen strategis untuk mempererat hubungan dengan konstituennya di lapangan. Melalui panggung musik, ia dapat berinteraksi secara informal dengan warga sekaligus menyerap aspirasi, kritik, dan masukan terkait keamanan lingkungan.
“Musik membuat saya lebih dekat dengan masyarakat tanpa meninggalkan tugas pokok sebagai anggota Polri,” tuturnya.
Meski aktif di atas panggung, ia tetap menempatkan tanggung jawab sebagai personel kepolisian sebagai prioritas utama. Febrian mengakui adanya perbedaan adrenalin saat berada di dua peran tersebut. Menurutnya, menjalankan tugas kepolisian jauh lebih menegangkan karena memikul tanggung jawab hukum yang besar, sementara kegugupan saat bernyanyi lebih mudah ia kendalikan.
Menembus Panggung Nasional
Pengalaman panggung Febrian tidak main-main. Ia tercatat pernah tampil dalam event berskala nasional, seperti perayaan ulang tahun Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI). Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan berbagi panggung dengan grup musik legendaris tanah air, Pas Band.
Melalui perjalanan inspiratifnya, Bripka Febrian mengajak generasi muda untuk tidak ragu menyalurkan bakat pada hal-hal positif. Ia membuktikan bahwa tugas negara dan pengembangan potensi diri dapat berjalan selaras.
“Jangan takut berkarya. Hobi yang bermanfaat dapat mendukung tugas harian sekaligus mendekatkan diri kita dengan masyarakat,” pungkasnya.
(Sajidin)



