GARUT, FOKUSJabar.id: Posisi Garut Utara yang di lintasi Jalan Nasional yang di dukung Stasiun Kereta Api Cibatu memberikan keuntungan besar bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Demikian di sampaikan Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen. Menurutnya, saat ini di 11 kecamatan cakupan Garut Utara telah tumbuh dan berkembang pusat-pusat kuliner dan destinasi wisata lokal berbasis masyarakat.
BACA JUGA:
Jagung Garut Utara Komoditas Unggulan dan Pilar Ketahanan Pangan
Inisiatif warga, pelaku UMKM, komunitas pemuda dan pemerintah desa telah melahirkan berbagai sentra kuliner, ruang publik, taman wisata, wisata alam pedesaan serta desa wisata yang menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pariwisata Garut Utara tidak lagi bertumpu pada beberapa objek wisata utama. Namun telah berkembang menjadi pariwisata berbasis komunitas (community based tourism). Di mana masyarakat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat langsung,” ungkap Holil.
SDM Garut Utara Berpikir Cerdas dan Berjuang Ikhlas
Holil menegaskan, kekuatan terbesar Garut Utara pada hakikatnya bukan hanya terletak pada gunung, sungai, sawah atau kekayaan alamnya. Tetapi pada kualitas manusianya.
Sejarah panjang pendidikan pesantren, budaya gotong royong, tradisi intelektual, seni budaya dan ekonomi kreatif masyarakat telah membentuk karakter Sumber Daya Manusia (SDM) yang unik dan khas.
BACA JUGA:
Pemkab Garut-Provinsi Bengkulu Bahas Akselerasi Pembangunan
“Garut Utara banyuak melahirkan tokoh yang berkiprah sebagai ulama, akademisi, birokrat, pendidik, pengusaha, budayawan, seniman dan pemimpin di berbagai bidang,” kata Dia.
Di sisi lain, tradisi pesantren yang mengakar kuat menanamkan nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, keikhlasan dan pengabdian kepada masyarakat.
Pembangunan masa depan tidak hanya memerlukan manusia yang cerdas, tetapi juga manusia yang berkarakter, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial.
Menurut Holil, infrastruktur dapat di bangun dalam hitungan tahun. Namun membangun peradaban memerlukan generasi yang memiliki ilmu, akhlak, kreativitas, keberanian dan kecintaan terhadap tanah kelahirannya.
Oleh karena itu, semangat pembangunan Garut Utara harus bertumpu pada satu nilai sederhana namun mendalam. Yakni, “Berpikir Lebih Cerdas, Berjuang Lebih Ikhlas.”
BACA JUGA:
Garut Utara Negeri Wisata dan Jejak Peradaban Sunda
“Semangat inilah yang akan melahirkan generasi yang unggul, inovatif dan berdaya saing tanpa kehilangan jati diri dan akar budaya,” tegas Ketum PM Gatra.
Kata Holil, jika seluruh potensi tersebut di padukan dan di kelola secara profesional, Garut Utara memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang sebagai kawasan pariwisata terpadu berbasis sejarah, budaya, spiritualitas, pertanian, alam dan ekonomi kreatif.
Pilar-pilar utama Garut Utara di antarnya, wisata sejarah dan heritage, wisata Religi/ziarah leluhur, masjid tua, wisata edukasi pesantren, seni dan budaya.
Pencak Silat, wisata alam, agrowisata, pertanian, ekonomi kreatif dan kerajinan, pemberdayaan perempuan, industri kreatif, kuliner dan konsevasi lingkungan.
“Dengan dukungan aksesibilitas yang baik, kekayaan sejarah yang panjang, tradisi pesantren yang kuat, budaya yang masih hidup, potensi pertanian yang unggul serta kualitas SDM yang kreatif dan berdaya saing, Garut Utara memiliki modal yang sangat besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan dan pusat pertumbuhan baru di Jawa Barat,” imbuhnya.
Garut Utara bukan sekadar hamparan pegunungan, lembah dan persawahan. Di setiap sudutnya tersimpan jejak sejarah, suara tembang para karuhun, doa para ulama, langkah para pendekar, karya tangan para perajin, ketekunan para petani, kreativitas kaum perempuan dan kearifan masyarakat yang di wariskan lintas generasi.
Di sini, alam dan budaya tidak berjalan sendiri. Keduanya berpadu membentuk sebuah peradaban yang hidup. Peradaban Sunda yang religius, terbuka, kreatif dan berakar kuat pada nilai gotong royong, pendidikan, penghormatan terhadap warisan leluhur serta semangat untuk terus maju tanpa kehilangan jati diri.
BACA JUGA:
Yayasan Yasspira Gandeng PKM Cisewu Garut Latih Relawan SPPG
Membangun Garut Utara bukan hanya membangun jalan, gedung atau kawasan wisata. Membangun Garut Utara berarti menjaga warisan sejarah, menghidupkan kebudayaan, memperkuat identitas Bumi Santri, mengembangkan pertanian dan ekonomi kreatif, memberdayakan masyarakat serta mempersiapkan generasi masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Pada akhirnya, Garut Utara bukan hanya sebuah wilayah dengan potensi wisata yang besar. Garut Utara adalah negeri wisata, Bumi Santri dan jejak peradaban Sunda yang telah lama tumbuh dan menunggu untuk kembali bersinar sebagai salah satu pusat kebudayaan, pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif dan pembangunan di Jawa Barat.
(Bambang Fouristian)



