spot_imgspot_img
Senin 17 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak Lagi Jadi Rumah Dinas, Farhan Siapkan Pendopo Kota Bandung Jadi Museum Sejarah dan Seni

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merancang rencana besar untuk mengalihfungsikan Pendopo Kota Bandung menjadi museum publik. Langkah ini akan berjalan setelah masa penggunaan Pendopo sebagai kediaman resmi wali kota berakhir pada 2029.

Farhan menegaskan bahwa Pendopo telah mengantongi status resmi sebagai cagar budaya. Sebagai aset milik publik, bangunan bersejarah ini sudah sepatutnya lepas dari fungsi rumah tinggal pribadi.

Baca Juga: Gebyar Kemerdekaan Kodam III/Siliwangi Hadirkan Pesta Kuliner UMKM Hingga Konser Dewa 19 dan Jamrud

“Iya, itu cita-cita saya. Namun, Pendopo sekarang sudah resmi menjadi cagar budaya. Karena merupakan cagar budaya milik publik, sebaiknya tempat tersebut tidak dijadikan tempat tinggal,” kata Farhan di Alun-Alun Bandung, Senin (17/8/2026).

Proses Restorasi Berjalan Bertahap

Pemerintah Kota Bandung akan menyediakan rumah dinas baru bagi wali kota pada akhir 2029 dengan penataan interior yang sesuai standar hunian modern. Di sisi lain, Pendopo harus kembali ke bentuk dan kondisi aslinya demi menjaga nilai historis.

Pihaknya mulai memproses tahapan restorasi secara perlahan meski saat ini Pendopo masih berfungsi sebagai kediaman wali kota.

“Sambil kami tinggal di sini, kami juga perlahan-lahan melakukan restorasi kembali ke bentuk aslinya, supaya nantinya bisa menjadi cagar budaya yang utuh,” katanya.

Wadah Karya Seni dan Memorabilia Sejarah

Farhan menargetkan Pendopo dapat beroperasi penuh sebagai museum sekaligus ruang kerja publik mulai 2029. Konsep museum ini mengusung ruang pameran interaktif untuk menampung ide kreatif warga serta deretan seniman lokal.

“Museum karya-karya. Misalnya karya seni warga Bandung dan para seniman Bandung,” ucapnya.

Selain tempat pameran seni, bangunan ini akan mengabadikan rekam jejak kepemimpinan para kepala daerah yang pernah memimpin Kota Bandung.

Farhan berencana memajang koleksi memorabilia seluruh wali kota, mulai dari era kepemimpinan R.A.A. Wiranatakusumah hingga pejabat periode terbaru.

“Kemudian bisa juga dibuat museum tentang berbagai wali kota di Kota Bandung, sejak zamannya Wiranatakusumah sampai wali kota yang terakhir. Jadi, seluruh memorabilia dari para wali kota tersebut bisa ditampilkan di sini,” jelasnya.

Optimalkan Aset Daerah untuk Rumah Dinas Baru

Mengenai penentuan lokasi rumah dinas wali kota yang baru, Farhan menyatakan Pemkot Bandung terus menginventarisasi opsi lahan terbaik dengan memanfaatkan aset yang ada.

“Ya, kita cari. Asetnya banyak. Sesuai dengan arahan dari BPK, kami harus betul-betul mengoptimalkan aset yang ada,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru