GARUT, FOKUSJabar.id: Video visual Wakil Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina terkait Pungutan Liar (Pungli) di tempat wisata viral di Media Sosial (Medsos). Salah satunya TikTok.
Selain berbicara pungli, Putri Karlina juga curhat tentang keterbatasan kewenangan sebagai Wakil Bupati.
BACA JUGA:
Wakil Bupati Garut: Perempuan dan Anak Aset Terkuat Bangsa
Dia menyoroti masih maraknya praktik pungli di tempat objek wisata Garut. Terutama di Pantai Santolo dan Sayangheulang.
Putri Karlina meminta masyarakat dan wisatawan untuk berperan aktif dalam memberantas pungli dengan merekam aksi perbuatan melawan hukum tersebut.

Menurutnya, laporan pungli masih sulit di tindaklanjuti karena minimnya bukti fisik yang kuat. Oleh karena itu, Dia meminta wisatawan untuk merekam wajah pelaku pungli.
“Pemda berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan. Terutama di destinasi unggulan Garut Selatan. Dengan adanya bukti yang kuat dari Masyarakat, aparat dapat menindak tegas oknum yang meresahkan dan merusak citra pariwisata daerah,” ungkapnya.
Langkah Wakil Bupati Garut memdapat apresiasi dan dukungan dari Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Anak Sunda (Ormas GAS) atas keberanian sikapnya agar citra Kota Intan lebih baik.
Sekjen Ormas GAS, Mulyono Khaddafi menyebut, pungli merugikan masyarakat dan merugikan keuangan daerah.
Pihaknya berharap, sikap tegas Putri Karlina di suarakan di semua dinas/instansi. Dengan begitu, Garut menjadi pemerintahan yang clear government dan good government.
BACA JUGA:
Ahmad Bajuri: Mari Sukseskan Program Bupati/Wakil Bupati Garut
Mulyono menduga banyak indikasi kebocoran anggaran dan fee proyek di dinas/onstansi dan DPRD.
“Mari kita sambut oleh semua elemen masyarakat imbauan Wakil Bupati Garut. Segera laporkan ke aparat berwenang jika menemukan pungli atau indikasi yang merugikan keuangan negara dengan data yang jelas,” pungkas Mulyono.
(Bambang Fouristian)



