BANJAR, FOKUSJabar.id: Senyum bahagia menghiasi wajah para petani cabai di Kota Banjar, Jawa Barat. Di tengah harga cabai rawit yang melambung tinggi di pasaran, mereka tengah menikmati masa panen yang membawa keuntungan besar.
Yayan Nurdiana, seorang petani cabai milenial di Sumanding Kulon, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, mengungkapkan bahwa panen kali ini merupakan hasil dari masa tanam setahun lalu.
“Alhamdulillah untuk saat ini hasil panen agak lumayan banyak sekitar 2-3 kuintal satu kali panen,” ujar Yayan, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Kecelakaan di Banjar, Suzuki Carry Tabrak Minibus Isuzu
Dengan lahan seluas 1 hektar dan sekitar 14.000 batang cabai, Yayan sudah tujuh kali melakukan panen. Ia bercerita, awalnya hanya menanam 100 pohon cabai sebagai percobaan. Hasil yang memuaskan membuatnya berani memperluas lahan hingga kini.
“Awalnya saya tanam 100 pohon hasilnya bagus, kebetulan basic saya juga pertanian jadi nanti rencananya akan kami perluas lagi,” katanya.
Baca Juga: Air Sumur di Banjar Bau, Dugaan Tercemar Limbah Dapur MBG
Petani lain, Dadan Nurjaman, menambahkan bahwa hasil panen akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan cabai di Pasar Banjar. Menurutnya, harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp 55.000–60.000 per kilogram.
“Dari bulan November sampai sekarang harga masih di atas Rp 50.000. Alhamdulillah meski harga pestisida naik, tapi harga cabai juga sedang tinggi,” ucap Dadan.
Para petani berharap harga cabai tetap stabil agar keuntungan yang diperoleh tidak habis untuk biaya operasional dan pemeliharaan. Panen kali ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan keberanian mencoba bisa berbuah manis, terutama saat pasar sedang berpihak pada petani.
(Budiana Martin)



