spot_imgspot_img
Minggu 5 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemprov Jabar Siapkan Marka dan Lampu Estetik di Jembatan Cirahong

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menanggapi polemik penghentian penjagaan manual di Jembatan Cirahong pasca-viralnya dugaan pungutan liar. Sebagai solusi permanen, pemerintah menyiapkan perangkat teknologi pengatur lalu lintas untuk menjamin kelancaran arus kendaraan di jembatan penghubung Ciamis–Tasikmalaya tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan posisi Jembatan Cirahong sebagai aset legendaris milik PT Kereta Api Indonesia yang telah mendapatkan perbaikan dari Pemprov Jabar. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp1 miliar untuk perbaikan lantai jembatan, ia memastikan fasilitas publik tersebut kini layak pakai bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: Kepala Desa Pawindan Ciamis Sebut Relawan Cirahong Bantu Keamanan, Bukan Praktik Pungli

“Kami akan memasang lampu agar kawasan ini lebih estetik. Intinya, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk memungut uang saat warga melintas di jembatan ini,” tegas Dedi Mulyadi melalui pernyataan resminya.

Instruksi Pemasangan APILL

Menindaklanjuti arahan gubernur, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat segera menyiapkan pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Perwakilan UPTD PPP LLAJ Wilayah III Dishub Jabar, Acep Indragunawan, menyatakan bahwa pemasangan perangkat ini menjadi prioritas utama yang harus tuntas dalam waktu dekat.

Acep menjelaskan bahwa kehadiran APILL akan mengambil alih peran para petugas penjaga yang sebelumnya mengatur arus kendaraan secara manual. Perangkat otomatis ini bakal mengendalikan antrean mobil dan motor, baik dari arah Ciamis maupun dari arah Tasikmalaya secara bergantian.

“Sesuai instruksi Pak Gubernur. Kami menargetkan APILL di Jembatan Cirahong sudah terpasang bulan ini juga untuk menggantikan peran petugas lapangan,” ujar Acep saat meninjau Jembatan, Minggu (5/4/2026).

Survei Teknis dan Penataan Marka

Selain memasang lampu lalu lintas, Dishub Jabar juga akan melengkapi area jembatan dengan marka jalan yang jelas. Langkah ini bertujuan agar pengguna jalan lebih tertib saat mengantre dan tidak saling mendahului di jalur sempit tersebut.

Pihaknya menjadwalkan survei teknis mulai Senin besok untuk menghitung durasi waktu tempuh kendaraan saat melintasi jembatan. Data hasil survei tersebut akan menjadi dasar penentuan pola pengaturan waktu lampu hijau dan merah dari masing-masing arah.

“Besok kami mulai menghitung waktu tempuh dan pola antrean kendaraan di lapangan. Setelah survei teknis selesai, tim akan langsung melakukan pemasangan perangkat,” pungkas Acep.

Pemprov Jabar optimistis kehadiran APILL dan penataan infrastruktur pendukung ini mampu menjaga keamanan serta kenyamanan warga. Transformasi ini sekaligus menghapus kebutuhan akan penjagaan manual yang selama ini memicu perbedaan persepsi di tengah masyarakat.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru