TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya justru menunjukkan komitmen kuat dalam membangun infrastruktur. Melalui kepemimpinan Bupati Cecep Nurul Yakin (CNY).
Salah satu pencapaian yang masyarakat rasakan adalah tuntasnya pembangunan jalur Salopa–Cikatomas. Jalur yang selama satu dekade menjadi momok karena rusak parah tersebut kini berganti wajah dengan aspal mulus, menghapuskan kubangan dan debu pekat yang selama ini menghambat mobilitas.
Akademisi Tasikmalaya, Rahmat Jetli, menilai langkah berani Bupati CNY sebagai bukti nyata kebijakan yang berorientasi pada kepentingan publik.
“Langkah ini harapannya perlahan namun pasti akan membangkitkan ekonomi daerah dan membawa Kabupaten Tasikmalaya lebih maju,” ujar Rahmat, Rabu (25/3/2026).
Efek Domino bagi Sektor Vital
Keberhasilan perbaikan jalan ini memicu dampak positif yang menyentuh berbagai sektor:
- Akselerasi Logistik: Distribusi hasil bumi dapat berjalan lebih cepat dengan biaya operasional kendaraan yang lebih rendah.
- Geliat Pariwisata: Wisatawan luar daerah akan mulai memadati destinasi unggulan karena kenyamanan akses jalan yang terjamin.
- Integrasi Transportasi: Pengaktifan kembali Stasiun Kereta Api Rajapolah turut mempermudah mobilitas antar-kota di Priangan Timur.
Rahmat menambahkan, konsistensi ini berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak dan retribusi wisata. Selain itu, akses jalan yang bagus juga memperkuat ketahanan pangan karena kelancaran distribusi pupuk dan hasil panen.
Target Perbaikan 100 Kilometer Jalan
Tantangan infrastruktur di Kabupaten Tasikmalaya memang masih besar. Bupati Cecep Nurul Yakin mengungkapkan dari total 1.230 kilometer jalan kabupaten, baru sekitar 56% yang berada dalam kondisi layak. Artinya, masih ada sekitar 541 kilometer jalan yang memerlukan perbaikan mendalam.
Untuk tahun 2026, Pemkab Tasikmalaya memasang target ambisius dengan memperbaiki minimal 100 kilometer jalan. Pada awal tahun ini, pemerintah telah merampungkan 32 ruas jalan prioritas, termasuk akses krusial Salopa–Cikatomas.
Langkah nyata ini menjadi harapan baru bagi masyarakat menuju Tasikmalaya yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Perbaikan jalan di tangan duet Cecep-Asep bukan sekadar proyek aspal, melainkan kunci pembuka potensi ekonomi yang lama terbelenggu.
(Abdul Latif)



