spot_imgspot_img
Selasa 10 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Evaluasi Program MBG, Satgas Pangandaran Libatkan DLH, Dinkes, dan Disdik

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rohman, menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat setelah tim menemukan makanan yang tidak layak konsumsi dalam pelaksanaan program tersebut.

Temuan itu muncul saat Satgas melakukan evaluasi terhadap distribusi makanan yang diberikan kepada siswa. Dalam pemeriksaan tersebut, tim menemukan beberapa makanan yang kondisinya sudah tidak layak sejak awal pengiriman.

Baca Juga: KBP3A Pangandaran Catat 28 Kasus Kekerasan Sepanjang 2025, Perlindungan Anak Jadi Prioritas

Untung menyebut kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak yang terlibat, terutama pengelola SPPG maupun SPPI atau kepala dapur, agar lebih teliti sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat.

“Bahkan ada makanan yang sejak dikirim sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Untung kepada wartawan di Parigi, belum lama ini.

Ia menegaskan pengawasan harus secara menyeluruh agar makanan yang didistribusikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kelayakan bagi para siswa.

Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG harus meningkatkan ketelitian, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.

“Kami berharap ke depan semua pihak lebih cermat dalam memeriksa makanan sebelum didistribusikan kepada anak-anak didik,” katanya.

Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, Satgas MBG Pangandaran terus melakukan monitoring bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Ketiga instansi tersebut memiliki peran penting dalam pengawasan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Selain pengawasan, Satgas juga memberikan arahan kepada pihak SPPG terkait perencanaan menu makanan dalam satu minggu. Melalui perencanaan tersebut, penyedia makanan harus menentukan menu harian sejak awal agar kebutuhan bahan baku dapat terhitung dengan tepat.

Perencanaan menu juga bertujuan menyesuaikan ketersediaan bahan di lingkungan sekitar serta mempertimbangkan harga di pasaran agar program tetap berjalan sesuai kemampuan anggaran.

“Dengan perencanaan, kebutuhan bahan baku bisa menghitungnya sejak awal, termasuk komposisi dan harga, sehingga kualitas makanan tetap terjaga,” ujar Untung.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru