spot_imgspot_img
Kamis 30 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen 65,50Persen dari Laba Bersih 2024

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 pada Rabu, 16 April 2025. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan kehadiran terbatas di Menara bank bjb Bandung dengan partisipasi daring melalui platform eASY.KSEI.

Sebagai wujud komitmen terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik, bank bjb mengundang seluruh pemegang saham untuk ambil bagian dalam forum strategis ini. RUPST menjadi ajang penting dalam menentukan arah kebijakan dan pertumbuhan perusahaan ke depan.

Dalam RUPST kali ini, terdapat tujuh agenda utama yang dibahas dan disahkan. Agenda-agenda tersebut disusun berdasarkan regulasi yang berlaku, aspirasi pemegang saham utama, serta kebutuhan strategis perusahaan untuk mempertahankan keberlanjutan bisnis.

Agenda pertama membahas persetujuan Laporan Tahunan, termasuk pengesahan laporan keuangan konsolidasian dan laporan pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2024. Dengan pengesahan ini, Direksi dan Komisaris resmi dibebaskan dari tanggung jawab atas kinerja sepanjang tahun tersebut.

Agenda kedua menetapkan penggunaan laba bersih tahun 2024, termasuk pembagian dividen sebesar Rp 896,95 miliar atau Rp 85,25 per saham. Nilai ini setara dengan 65,50% dari total laba bersih sebesar Rp 1,37 triliun, mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan memberikan nilai tambah nyata bagi para pemegang saham.

Selanjutnya, agenda ketiga menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun 2025. Auditor yang ditunjuk nantinya wajib memenuhi syarat legal serta terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Agenda keempat memuat pembaruan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan), sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika ekonomi makro dan menjaga kelangsungan operasional jangka panjang.

Agenda kelima melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum, mencakup instrumen seperti Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV, Obligasi Keberlanjutan I, dan Surat Berharga Perpetual. Meski bersifat informatif, laporan ini menjadi bukti transparansi kepada investor.

Agenda keenam membahas rencana restrukturisasi organisasi demi meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan kemampuan adaptasi perusahaan terhadap perubahan pasar serta percepatan transformasi internal.

Agenda terakhir terkait perubahan susunan pengurus, termasuk pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Berikut susunan terbaru jajaran pengurus bank bjb, yang akan efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK melalui proses fit and proper test:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama Independen: Wowiek Prasantyo*
  • Komisaris: Herman Suryatman*
  • Komisaris: Rudie Kusmayadi
  • Komisaris: Tomsi Tohir
  • Komisaris Independen: Helmy Yahya*
  • Komisaris Independen: Novian Herodwijanto*

Direksi

  • Direktur Utama: Yusuf Saadudin*
  • Direktur Kepatuhan: Joko Hartono Kalisman*
  • Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana*
  • Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini*
  • Direktur Operasional dan Teknologi Informasi: Ayi Subarna*
  • Direktur Keuangan: Hana Dartiwan

Efektif setelah persetujuan OJK.

Kinerja bank bjb sepanjang tahun 2024 menunjukkan capaian gemilang. Laba bersih tembus Rp 1,3 triliun, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali di angka 2,22%. Total aset perusahaan mencapai Rp 219,9 triliun, menjadikan bank bjb sebagai bank pembangunan daerah dengan aset terbesar di Indonesia.

Melalui RUPST ini, bank bjb menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran sebagai motor penggerak ekonomi regional, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Banten. Dengan semangat transformasi dan profesionalisme tinggi, bank bjb terus melangkah maju menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

spot_img

Berita Terbaru