spot_imgspot_img
Selasa 12 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Unpar Undang Tiga Bacapres Untuk Dialog Kebangsaan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) Bandung akan menggelar kuliah umum bertajuk ‘ Dialog Kebangsaan: Peran Pemuda dalam Masa Depan Politik Indonesia.

Dalam Acara tersebut, Unpar mengundang tiga bakal calon presiden (Bacapres) pada pemilu 2024 mendatang yaitu, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo. Mereka bakal menjadi pemateri utama dalam Rangkaian Kuliah Umum yang akan berlangsung di Auditorium PPAG Unpar.

Sejauh ini hanya, Ganjar Pranowo yang siap hadir menjadi pemateri pada Rabu  (11/10/2023) besok. Sementara untuk Anies Baswedan dan Prabowo Subianto pihak Unpar masih menunggu konfirmasi kehadiran kedua tokoh tersebut untuk menjadi pemateri dalam rangkaian selanjutnya pada Sabtu (14/10/2023) mendatang.

BACA JUGA: Ketua DPC PDIP Kota Banjar Yakin Ganjar Pranowo Menang di Pilpres 2024

Dialog kebangsaan ini, akan berupa dialog akademis yang akan dipandu oleh Mangadar Situmorang selaku rektor Unpar  periode 2015-2019 dan 2019- 2023) sebagai moderator.

“Ini akan menjadi platform penting bagi mahasiswa untuk mendengarkan pandangan dan berinteraksi dengan para Bacapres. Mahasiswa juga bisa langsung mengajukan pertanyaan tentang isu-isu yang mereka anggap penting dalam Pemilihan Presiden 2024 nanti, yang dapat menjadi referensi bagi mereka dalam berpartisipasi dalam masa depan politik Indonesia,” kata Rektor Unpar Prof. Tri Basuki Joewono, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/10/2023).

Tri Basuki meyakini, melalui Dialog Kebangsaan ini perguruan tinggi bisa berkontribusi dalam mewujudkan pendidikan politik. Oleh karena itu, perlu dilibatkan secara aktif untuk mengawal pesta demokrasi pada Pemilu 2024 mendatang.

“Pemilu 2024 akan menjadi era para mahasiswa dan pemilih pemula untuk memberikan suara. Kami yakin bahwa melalui pendidikan politik seperti ini, mahasiswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya partisipasi politik mereka dalam mengambil bagian aktif demi masa depan Indonesia,” katanya.

Namun begitu, pihaknya mengaku terdapat berbagai tantangan jika bicara partisipasi politik di Indonesia, khususnya jika menyoroti partisipasi mahasiswa dan pemilih pemula.

Tantangan itu adalah, pemahaman politik yang mungkin kurang memadai, kurangnya minat dalam berpartisipasi aktif dalam kegiatan politik, atau rasa ketidakpuasan terhadap proses politik yang ada.

Kegiatan pendidikan politik yang lebih aktif dan inklusif di kalangan mahasiswa menjadi sangat penting untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam pemilihan presiden dan politik secara umum.

“Pilpres adalah salah satu momen paling krusial dalam kehidupan politik Indonesia, di mana kita memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin yang akan memimpin negara ini untuk 5 tahun mendatang. Dalam proses demokrasi ini peran pemuda terutama mahasiswa sangat penting. Mereka adalah agen perubahan yang membawa semangat segar, gagasan inovatif, dan pandangan yang berbeda dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan memperkuat peran mahasiswa dalam proses politik dan Pilpres 2024,” ucapnya.

BACA JUGA: Gerindra Konfirmasi PSI Bakal Temui Prabowo, Kode?

Oleh karena itu, pihaknya berharap melalui Dialog Kebangsaan ini akan mendorong mahasiswa dan pemilih muda untuk terlibat aktif dalam politik, memiliki sikap kritis yang berdasar, akademis dan membangun. Serta berkontribusi dalam membentuk masa depan politik yang lebih baik dan memastikan suara mereka memiliki dampak signifikan dalam Pemilu 2024.

“Melalui Dialog Kebangsaan ini pula, kami berharap dapat mengurangi Polarisasi Politik. Pendidikan politik yang baik, dapat membantu mengurangi polarisasi politik dengan mengedukasi mahasiswa tentang berbagai perspektif politik dan mendorong diskusi yang berbasis bukti dan argumen kuat,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru