spot_imgspot_img
Minggu 12 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Warga Kawarasan Pangandaran Antre Air Sumur Tua

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Musim kemarau mulai di rasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar). Salah satunya  warga Blok Galumprit, Dusun Kawarasan Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang.

Mereka harus berjuang mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA:

Libur Sekolah, Kunjungan Wisata ke Pangandaran Tembus 425 Ribu

‎Sejak sebulan terakhir, sumur tua di area perkebunan kembali menjadi tumpuan utama. Setiap pagi dan sore, warga berdatangan membawa jerigen, ember hingga tumpukan pakaian kotor untuk mengambil air sekaligus mencuci.

‎Pantauan di lokasi, Minggu (12/7/2026) puluhan warga tampak bergantian menimba air dari sumur yang sudah di gunakan selama puluhan tahun itu.

‎Suasana gotong royong masih terasa. Meski mereka harus rela mengantre dan berjalan kaki lebih dari 100 meter.

‎Bagi warga Kawarasan, pemandangan seperti ini bukan hal baru. Setiap kali musim kemarau tiba, sumur tua itu selalu menjadi sumber kehidupan ketika pasokan air bersih ke permukiman mulai berkurang.

‎Seorang warga, Yati Hayati (65) mengaku sudah sekitar satu bulan mengambil air dari sumur tersebut.

‎“Dari rumah jaraknya sekitar 100 meter. Jadi kalau musim kemarau, warga menimba air ke sini,” kata Yati.

‎Menurutnya, kondisi serupa hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Beruntung, sumur ini berada tidak jauh dari saluran irigasi. Sehingga debit airnya masih cukup terjaga.

‎“Kebetulan sumur ini dekat dengan irigasi. Jadi kalau irigasinya masih banyak air, sumur ini berair,” katanya.

‎Warga lainnya, Sano (46) mengatakan, Dusun Kawarasan memang menjadi salah satu wilayah rawan krisis air bersih saat kemarau.

‎BACA JUGA:

Atraksi Gocek Bola di Akuarium Indonesia Pangandaran Pukau Pengunjung

‎“Setiap musim kemarau, warga di sini pasti kesulitan air bersih. Baru kemarau sekitar sebulan saja, warga sudah mulai mencari sumber air,” ucap Sano.

‎Ia berharap, pemerintah segera memberikan solusi jangka panjang agar persoalan kekurangan air bersih tidak terus berulang setiap tahun.

Hingga saat ini, warga masih bergantung pada sumur tua dan sumber air di sekitar irigasi untuk bertahan di tengah kemarau yang di perkirakan akan terus berlangsung beberapa bulan ke depan.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru