spot_imgspot_img
Rabu 6 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ricuh, Pm Inggris Boris Johnson Bakal Mengundurkan Diri 

INGGRIS,FOKUSJabar.id: Perdana Menteri Inggris (PM Inggris) Boris Johnson, diberitakan bakal mundur dari jabatannya.

Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa Johnson telah berbicara dengan Graham Brady, Ketua Komite 1922 Konservatif, mengenai rencana pengunduran dirinya.

Keputusan ini dikabarkan diambil Johnson sekitar 08.30 pagi, hari ini, waktu Inggris.

The Guardian memberitakan, Partai Konservatif akan segera menggelar pemilihan perdana menteri baru pada Kamis (7/7/2022).

“Johnson akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Konservatif. Jabatannya sebagai PM hanya sampai musim gugur,” kata sebuah sumber dari partai tersebut.

Desakan mundurnya Johnson semakin kuat usai hampir 50 menteri dan pejabat dari kabinetnya mengundurkan diri. Pemerintahannya terus terperosok ke dalam skandal dan membuat menteri serta pejabatnya gerah.

BACA JUGA: Argentina Nyatakan Bakal Ikut Bangun IKN

Lima menteri dan puluhan orang lainnya mengaku gerah dengan skandal Johnson yang terus-terusan mendera pemerintahan.

Saat mengumumkan dirinya mundur dari jabatan Menteri Keuangan, Sunak mengatakan agar pemerintahan Inggris harus dijalankan secara serius.

“Sebaiknya pemerintahan ini dilaksanakan secara serius, kompeten dan sesuai dengan aturan-aturan pemerintahan,” kata Sunak, seperti dilansir IDN.

Sementara itu, Javid yang mengundurkan diri dari jabatan Menteri Kesehatan Inggris, mengaku sudah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan Boris Johnson.

Johnson juga dinilai tidak bijaksana ketika ingin merenovasi Downing Street pada Mei 2021 silam. PM Inggris itu dilaporkan menghabiskan dana sebesar 112 ribu Pounds atau sekitar Rp 2 miliar untuk renovasi.

Namun, Johnson mengaku mendapatkan dana tersebut dari politikus Konservatif David Brownlow.

Kepemimpinan Boris Johnson cukup tercabik-cabik imbas Skandal Partygate. Skandal tersebut adalah pelanggaran hukum pada 2020 dan 2021, dengan mengadakan pesta di tengah pembatasan pandemik COVID-19.

Sejumlah skandal telah mengecewakan banyak kalangan, termasuk dari pendukung Konservatif yang setia kepada Johnson.

(Agung)

spot_img

Berita Terbaru