spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BKSP Bodetabekjur Pastikan Realisasi Kerja sama

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Bodetabekjur memastikan kerja sama dan rencana yang sudah disusun sejak kepemimpinan BKSP beralih dari Banten ke Jakarta akan direalisasi.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengungkapkan, dari hasil pertemuan dengan Sekretaris BKSP Bodetabekjur Tri Kurniadi, sejumlah poin penting dihasilkan mulai dari persoalan komposisi anggota Pemprov Jabar yang harus diwakili eselon III dan IV hingga kerjasama di bidang pembangunan.

Ada juga beberapa yang berkaitan dengan koordinasi, laporan keuangan 2018 dan renovasi rumah dinas serta mess BKSP Bodetabekjur.

“Kemudian penempatan ASN dari Pemprov Jabar khususnya eselon III dan IV, bulan ini akan diisi,” kata Iwa di Gedung Sate Bandung, Senin (29/4/2019).

Iwa memastikan ada substansi pekerjaan dibahas mengenai pembangunan Park and Ride di wilayah Jabodetabekjur, Kabupaten/Kota Bekasi, Kabupaten/Kota Bogor.

“Saat ini perjanjian tersebut diserahkan, sekaligus akan dimulai pembebaaam lahan dan DED sebagai pedoman yang ditargerkan selesai 2020.

Tidak hanya itu, BKS0 Jabodetabekjur pun melaksanakan MoU tentang jaringan perluasan jalan di wilayah park and ride yang dijadikan perjanjian kerja sama perluasan dan perpanjangan.

“Lalu yang menyangkut pembangunan TPS sampah Nambo ada usulan DKI Jakarta bisa ikut serta untuk pembuangan sampahnya. Kita akan laporkan ke Pak Gubernur. Kalau dengan Banten sudah, dengan Tanggerang Selatan,” kata Iwa.

Pihak DKI juga mengharapkan keberlanjutan pemanfaatan air lewat SPAM Jatiluhur II yang dibangun Kementerian PUPR.

BKSP juga merencanakan segera menandatangani nota kesepahaman penuntasan masalah kependudukan di wilayah perbatasan.

Iwa juga memastikan pertemuan dengan Sekretaris BKSP Bodetabekjur membahas kemungkinan segera bertemunya Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk membahas isu pembagunan aktual termasuk soal banjir yang menyergap DKI saat ini.

“Itu akan dibahas lebih lanjut, tapi hari ini lebih banyak membahas terkait program, nanti selanjutnya akan juga dibahas,” ujarnya.

Sekretaris BKSP Bodetabekjur Tri Kurniadi mengatakan pihaknya berencana mempertemukan ketiga gubernur untuk membahas isu terkini yang menyangkut Banten, DKI, dan Jawa Barat.

“Susah nyari waktu bersamanya. Pak Wahidin (Banten) bisa Pak RK nggak bisa, Pak RK dan Pak Anies bisa pak Wahidinnya nggak ada,” tuturnya.

Sementara terkait pemanfaatan Nambo pihaknya memprediksi Bantar Gebang sudah tak mampu lagi menampung sampah DKI pada 2020.

“Kita bangun ITR, 2500 ton per hari yang kita olah. Sementara Sampah DKI 7,500 ton sehari. Jika Nambo dibuka, maka seluruh sampah DKI bisa ditampung,” kata Tri.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru