BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung bersama jajaran pemangku kepentingan olahraga terus menabuh genderang kesiapan menyambut perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV tahun 2026. Komitmen kolektif tersebut mewujud nyata lewat eksekusi Workshop Pra-Porprov Jabar 2026 yang berlangsung di Aula Rumah Sakit (RS) Murni Teguh, Jalan Naripan, Kota Bandung, Minggu (14/6/2026).
Agenda strategis yang bergulir sehari penuh ini merupakan hasil kolaborasi segitiga emas antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung, dan manajemen RS Murni Teguh. Pihak penyelenggara mengumpulkan ratusan pelatih cabang olahraga se-Kota Bandung untuk menyamakan visi demi mengamankan target mutlak yakni merebut takhta Juara Umum Porprov Jabar XV.
Baca Juga: Diperkuat Pemegang Rekor Nasional, Renang Kota Bandung Pasang Target 10 Emas di Porprov Jabar XV
“Forum ini menjadi pilar krusial dalam persiapan kontingen Kota Bandung. Target kita sangat jelas, yaitu membawa pulang trofi Juara Umum. Di luar kerja keras jajaran pemerintah dan KONI, para pelatih wajib mematangkan kesiapan taktis serta menyatukan frekuensi agar misi besar ini berhasil kita eksekusi di lapangan,” tegas Sekretaris Dispora Kota Bandung, Hendy Maulana Yusup, Minggu (14/6/2026).
Hendy membeberkan bahwa salah satu menu utama dalam lokakarya ini membedah cara para pelatih mengonversi hasil tes fisik atlet yang telah berlangsung beberapa bulan lalu menjadi program latihan yang lebih mematikan. Tim pemateri menguliti aspek program latihan periodisasi hingga pendekatan personal guna mendongkrak performa puncak (peak performance) sang atlet.
Kondisi Fisik Atlet Baru 70 Persen, KONI Bandung Pasok ‘Sport Science’ dari FPOK UPI
Pemilihan RS Murni Teguh sebagai lokasi workshop bukan tanpa alasan. Hendy menyebut langkah ini sebagai siasat cerdas memanfaatkan jalinan kemitraan guna menyokong prestasi olahraga. Selain berfokus pada kematangan teknik dan ketahanan fisik, manajemen kontingen menaruh perhatian masif pada pemenuhan gizi dan nutrisi. Terlebih proteksi medis para jawara Kota Kembang.
Di sela-sela pembahasan taktis, Hendy tidak menampik adanya tantangan pembiayaan. Saat ini, tim anggaran tengah menghitung ulang kalkulasi kebutuhan kontingen di tengah kebijakan efisiensi daerah.
“Kami sadar betul kondisi anggaran saat ini berada jauh dari angka ideal akibat kebijakan pengetatan. Namun, pemerintah daerah akan terus memperjuangkan adanya dana suplemen. Kami berharap tambahan anggaran ini bisa menjadi ‘vitamin’ instan yang membakar daya juang atlet dan pelatih di arena pertandingan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Bandung, Nuryadi, menjelaskan bahwa lokakarya ini merupakan produk bentukan Bidang Pembinaan Prestasi dan Pendidikan Penataran. Agenda ini bertindak sebagai jembatan ilmu pasca-pelaksanaan tes fisik guna memperluas cakrawala keilmuan para pelatih.
“Berdasarkan data makro hasil tes fisik tempo hari, tingkat kebugaran atlet Kota Bandung secara umum baru menyentuh angka 70 persen. Fakta lapangan inilah yang kita bedah di dalam workshop. Tujuannya agar para pelatih tahu cara mengatrol sisa 30 persen performa fisik tersebut menjelang hari H pertandingan,” ungkap Nuryadi.
Nuryadi menambahkan, forum ini juga melatih aspek psikologis (mental bertanding) serta penanganan cedera (injury management) yang kerap menjadi momok menakutkan bagi para olahragawan. Demi menyuguhkan materi yang komprehensif, KONI memboyong langsung gerbong tenaga ahli dan profesor olahraga dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia (FPOK UPI).
“Narasumber kami sangat komplet, mulai dari pakar psikologi olahraga, ahli nutrisi, hingga dokter spesialis cedera. Kami berharap suntikan sport science ini mampu memompa kesiapan 81 cabang olahraga prestasi. Kemudian dua cabor eksibisi untuk memanen medali emas sebanyak-banyaknya pada Porprov Jabar XV nanti,” pungkas Nuryadi optimistis.
(Ageng)



