spot_imgspot_img
Selasa 16 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sekdisparbud Jabar: Pusat Kesenian Cikutra Berbeda Ruh dengan Pusat Budaya

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pembangunan Gedung Pusat Kesenian di Cikutra, Bandung yang digagas di masa kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar ditangguhkan.

Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan melakukan pembangunan pusat budaya di 27 kabupaten kota dalam lima tahun ke depan.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Agus Hanafi mengatakan, Gedung Pusat Kesenian di Cikutra berbeda ruhnya dengan proyek pembangunan pusat budaya.

Meskipun desainnya telah dilelang dan mendapatkan pemenang berhadiah Rp300 juta, namun gedung tersebut belum direalisasikan.

“Kelihatannya ruhnya agak berbeda ya, kalau yang (gedung pusat kebudayaan) ini kan dipusatkan untuk di kabupaten kota, bagaimana mengakomidir tentang potensi seni dan budaya di kabupaten kota,” kata Agus usai acara Japri, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (5/3/2019).

Agus manyampaikan bahwa gedung kesenian itu berskala besar dan direncanakan menjadi pusat budaya Jabar secara keseluruhan. Berbeda dengan pusat kebudayaan yang diproyesikan di kabupaten kota.

Agus menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada kejelasan terkait nasib proyek gedung kesenian tersebut.

“Kami belum bisa memberikan jawaban secara pasti kalau yang itu,” kata dia.

Untuk diketahui, pembangunan pusat kebudayaan yang saat ini akan digarap lebih menonjolkan identitas setiap kabupaten kota. Dimana pembangunannya akan melibatkan berbagai unsur, khususnya budayawan dan seniman, termasuk arsitek lokal.

Pada 2019 ini, setidaknya lima daerah akan mendapatkan bantuan keuangan untuk membangun, yakni Ciamis, Subang, Sumedang, Garut dan Kabupaten Bandung.

“Akan berbeda-beda sesuai dengan konsep pusat budaya di daerah masing-masing, termasuk pada gaya arsitek bangunan,” jelas dia.

Dalam pembangunan pusat budaya tersebut, satu bangunan gedung dianggarkan Rp5-7 milyar. Anggaran akan diberikan secara bertahap, begitu juga pembangunan fisiknya.

“Kami berharap nanti ada APBD kabupaten/kota, bahkan APBN jika diperlukan skala lebih luas,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur periode 2013-2018 Deddy Mizwar mengatakan, pihaknya menganggarkan Rp600 milyar untuk pembangunan gedung pusat kesenian di Cikutra di lahan seluas 4 hektar.

Dari jumlah itu, Rp450 milyar dialokasikan untuk biaya fisik, dan sisanya untuk kebutuhan akustik. Gedung yang diklaim berstandar internasional itu pun diharapkan bisa tuntas tahun depan.

“Dengan adanya gedung berkapasitas 1.500 penonton ini, semoga bisa memenuhi kebutuhan seniman dan budayawan akan sarana pertunjukkan,” kata Deddy beberapa waktu lalu.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru