spot_imgspot_img
Minggu 1 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Viral Video Pasien Lansia di Teras Puskesmas Bantarujeg, Dinkes Majalengka Lakukan Penelusuran

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Video seorang pasien perempuan lanjut usia di teras Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, viral di media sosial. Unggahan ini memicu tuduhan penolakan dan penelantaran pasien oleh pihak puskesmas.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka merespons isu tersebut dengan meminta klarifikasi jajaran Puskesmas Bantarujeg.

Baca Juga: Sewa Traktor Petani Majalengka Naik Jadi Rp300 Ribu, Bantuan Alsintan Akhirnya Datang

Kepala Dinkes Majalengka Agus Suratman menegaskan pihaknya menindaklanjuti setiap laporan warga sebagai bahan evaluasi pelayanan.

“Kami ingin membuktikan sejauh mana pelayanan di setiap fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Majalengka, termasuk di Puskesmas Bantarujeg,” kata Agus, Minggu (1/11/2026).

Agus turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang melayangkan kritik lewat media sosial.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah mengunggah video tersebut. Terlebih Ini menjadi koreksi bagi kami untuk pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.

Kronologi Pemeriksaan dan Kondisi Ruang Perawatan

Kepala Puskesmas Bantarujeg Dede R Munawaroh menyampaikan klarifikasi melalui dokter yang bertugas, Tika Ayu Valentina.

Tika menjelaskan pasien berinisial M (61) bersama keluarga mendatangi IGD, Sabtu (31/10/2026) pukul 17.45 WIB.

Pasien mengeluhkan batuk sebulan, keringat dingin, mual, pusing, muntah, serta penurunan berat badan.

Hasil pemeriksaan medis mencatat tekanan darah pasien 172/82 mmHg dengan saturasi oksigen 96 persen. Kemudian Dokter menduga pasien mengidap tuberkulosis (TBC) paru dan menyarankan rujukan pemeriksaan rontgen di rumah sakit.

Namun, keluarga menolak rujukan akibat jarak rumah sakit yang jauh dan memilih perawatan di puskesmas.

Petugas IGD kemudian mengonfirmasi ketersediaan ruang rawat inap. Hasil koordinasi menunjukkan seluruh kamar perawatan dalam kondisi penuh.

Pihak puskesmas telah mengomunikasikan keterbatasan ruang tersebut. Namun, keluarga justru membawa pasien keluar dari area IGD.

Dr. Tika mengaku tidak mengetahui keberadaan pasien di teras puskesmas bersama pihak keluarga. Terlebih Ia sempat meminta keluarga membawa pasien kembali ke IGD, namun keluarga menolak ajakan tersebut.

Permohonan Maaf dan Komitmen Evaluasi Layanan

Atas insiden tersebut, Dr. Tika menyampaikan permohonan maaf serta membantah tuduhan sengaja menelantarkan pasien.

“Sejujurnya dari lubuk hati kami yang paling dalam, tidak ada niatan sekalipun sedikit pun untuk menolak pasien, apalagi menelantarkan pasien. Tidak ada sedikit pun niat kami untuk seperti itu,” ungkapnya.

Kadinkes Agus Suratman menjadikan peristiwa ini sebagai pijakan evaluasi menyeluruh bagi Dinkes Majalengka.

Ia meminta seluruh tenaga medis mengedepankan respons cepat, komunikasi empati, dan pendekatan humanis saat melayani warga.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru