PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Lahan kering di Dusun Sindangsari, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mendadak ramai pengunjung. Pengelola berhasil mengubah lahan kurang produktif tersebut menjadi destinasi agrowisata petik melon yang menarik. Aktivitas wisata petik buah ini baru berjalan selama enam hari, namun sudah menyedot perhatian masyarakat.
Pengunjung sangat menyukai sensasi memetik langsung buah melon segar dari pohonnya.
Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Krakatau, Warga Pangandaran Keluhkan Perih Mata
“Alhamdulillah sekarang sudah memasuki hari keenam. Antusias masyarakat bagus,” ujar pengelola kebun melon, Iwan, Selasa (8/9/2026).
Pengunjung Membludak Hingga Penjualan Tembus Dua Ton
Iwan bersama keluarganya mengaku keteteran melayani lonjakan pengunjung yang terus berdatangan setiap hari. Sang istri sibuk menimbang buah, sementara Iwan mendampingi warga memilih melon di area perkebunan. Bahkan, beberapa pengunjung sengaja menuliskan nama mereka pada kulit buah yang masih menggantung.
“Kurang lebih sudah keluar sekitar hampir 7–8 kuintal untuk wisata petik melon,” kata Iwan.
Selain dari wisata petik, pengelola juga memasarkan hasil panen ke sejumlah konsumen luar.
“Kurang lebih saat ini yang terhitung sudah dua ton lebih,” lanjutnya.
Harga Terjangkau dan Diminati Kalangan ASN
Pengunjung kebun melon ini berasal dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN). Para pegawai daerah kerap menyempatkan waktu berkunjung ke lokasi agrowisata di sela-sela jam istirahat kantor. Pihak pengelola mematok harga eceran melon segar sebesar Rp15.000 per kilogram.
“Untuk saat ini harga sedang bagus,” tutur Iwan.
Peluang Bisnis Cerah dan Ajak Komunitas Bergabung
Melihat antusiasme warga yang tinggi, pengelola berkomitmen untuk melanjutkan budidaya tanaman melon secara konsisten. Selain itu, Iwan membuka kesempatan bagi komunitas atau petani lain yang ingin mencoba usaha serupa. Menurutnya, potensi pasar untuk komoditas melon manis masih terbuka sangat lebar di wilayah Pangandaran.
“Ke depannya kita tetap mau continue untuk menanam melon. Siapa tahu ada teman-teman komunitas melon yang mau menanam juga. Pasar masih terbuka lebar,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat sekitar agar berani mengambil peluang usaha pertanian modern tersebut.
“Ayo kita bareng-bareng cari peluang di usaha melon,” ajaknya.
Sementara itu, pihak pengelola mengaku belum menghitung total pendapatan bersih dari seluruh hasil penjualan tersebut.
“Kalau penghasilan belum kita hitung secara total,” pungkas Iwan.
(Sajidin)



