spot_imgspot_img
Selasa 8 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sebaran Abu Vulkanik Krakatau, Warga Pangandaran Keluhkan Perih Mata

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Padna (37), warga Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengeluhkan kedua matanya perih dan memerah setelah berkendara menggunakan sepeda motor.

‎Sebagai pengendara roda dua yang cukup aktif, Padna khawatir keluhan tersebut berkaitan dengan paparan partikel abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

‎Padna mengatakan, rasa perih yang dialaminya terasa berbeda dari sakit mata yang biasa dirasakan. Kedua matanya juga tampak memerah.

Baca Juga: Polres Pangandaran Perketat Kendaraan ODOL

‎”Setelah berkendara mata terasa perih. Kedua mata juga memerah. Rasanya berbeda dari biasanya,” kata Padna Selasa, (8/9/2026).

‎Meski demikian, Padna belum mengetahui secara pasti penyebab keluhan tersebut. Ia hanya menduga partikel debu atau abu yang terbawa udara dapat masuk ke mata saat dirinya berkendara.

‎Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran telah melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat.

Dinkes Pangandaran Sosialisasikan Kewaspadaan

‎Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, dr. Liza Octa Ferostina mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan langkah kewaspadaan kepada puskesmas-puskesmas di wilayah Pangandaran.

‎”Sudah menyosialisasikan ke puskesmas-puskesmas, memasang poster-poster untuk kewaspadaan, menggunakan masker dan lain-lain, menjaga kebersihan,” ujar Liza.

‎Menurut Liza, edukasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial dan pesan WhatsApp.

‎Selain penggunaan masker, masyarakat diimbau menutup pintu dan jendela rumah ketika terdapat abu di udara. Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan tubuh setelah beraktivitas di luar rumah.

‎”Langkah pertama menyebarkan poster lewat Instagram dan WhatsApp. Terus kita sudah bersosialisasi ke kepala puskesmas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat menggunakan masker, menutup pintu ketika ada abu, kemudian menjaga kebersihan, cuci tangan, cuci kaki apabila dari luar,” katanya.

‎Liza menjelaskan, paparan abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, terutama apabila partikel abu terhirup atau mengenai bagian tubuh secara langsung.

‎Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, sakit atau iritasi pada mata, serta gatal-gatal pada kulit.

‎”Biasanya batuk, terus sakit mata, gatal-gatal di kulit. Itu seperti itu biasanya,” kata Liza.

Laporan Dinkes Pangandaran

‎Meski demikian, hingga saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran belum menerima laporan adanya warga yang terdampak abu vulkanik di wilayah tersebut.

Baca Juga: Bapenda Pangandaran Gelar Operasi Gabungan Selama 3 Hari

‎”Belum ada laporan. Mudah-mudahan jangan sampai,” ujarnya.

‎Liza mengatakan, pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi dan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan tanpa panik.

‎Dinkes juga terus berkoordinasi dengan puskesmas untuk menyampaikan informasi serta edukasi kepada masyarakat apabila kondisi di lapangan berubah.

‎”Memang kita sudah mitigasi seperti itu,” katanya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru