spot_imgspot_img
Selasa 8 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kepala BPOKK DPD Jabar: Kader Partai Demokrat “Mati 1 Tumbuh 1000”

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pernyataan “satu kader mati, tumbuh seribu” kembali di gaungkan Partai Demokrat Jawa Barat (Jabar) sebagai bentuk semangat juang dan konsolidasi menghadapi isu yang berkembang terkait kepindahan tiga orang kader ke partai lain.

Hal itu di sampaikan Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demoktat DPD Jawa Barat (Jabar), Ahmad Bajuri.

Dia menyebut, kepergian mereka bukan akhir dari segalanya. Justru melahirkan 1000 kader baru yang lebih militan, solid dan lebih siap memenangkan Demokrat di Jabar.

BACA JUGA:

Wakil Bupati Ciamis Belum Terisi, Ketua DPD Demokrat Jabar Sebut Nama Anjar Asmara

Istilah “mati 1 tumbuh 1000” bukan hal baru di Demokrat. Ini merujuk pada semangat pantang menyerah. Setiap ujian, konflik atau kehilangan justru jadi bahan bakar untuk kaderisasi.

Pernyataan mantan Ketua DPRD Garut ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil konsolidasi ke-27 DPC Kabupaten/Kota (Januari-Agustus 2026), Bajuri menyebut, banyak  kader partai lain yang bergabung ke partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Hasil konsolidasi kami ke 27 DPC Kabupaten/Kota selama enam bulan ternyata banyak kader partai lain yang gabung ke Demokrat,” kata mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi DPRD Kaupaten Seluruh Indonesia (Adkasi), Selasa (8/9/2026).

“Dalam  beberapa bulan terakhir ini, Kami banyak menerima kader baru dari berbagai warna partai, pensiunan ASN, TNI, pengusaha, mantan Bupati/Wakil Bupati dan Caleg dari partai lain,” Bajuri menambahkan.

Penerima Penganugerahan dan Penghargaan Galunggung Award 2026 ini menyebut, kader baru yang bergabung karena melihat perkembangan partai Demokrat dan sosok Ketua Umum (AHY) dan Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Anton Sukartono Suratto.

“Mereka gabung karena pilihan hati serta melihat sosok Mas AHY dan Kang Anton,” kata Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Jabar.

BACA JUGA:

Ketua DPD Demokrat Jabar Bangun Optimisme Kader Garut

Selain itu, kaderisasi serta karier politik di Demokrat jelas. Banyak anak muda di kasih panggung lewat Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) dan Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu).

“Demokrat di kenal dengan politik santun. Ini jadi alasan banyak politisi pindah ke partai berlambang mercy,” ungkapnya.

Menurut Bajuri, kader yang sempat pindah haluan, kini sebagian sudah kembali lagi ke rumah besar Partai Demokrat karena melihat dua figur (AHY dan Anton Sukartono Suratto).

Bagaimana tidak, saat Anton menjadi Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Dia mampu membangun kantor yang refresentatif, semua kader solid dan memiliki gaya kepemimpinan yang unik. Sehingga kekeluargaan di antara kader terbangun.

“Kekeluargaan di Demokrat bukan hanya slogan, tapi hasil dari proses. Yakni saling percaya, saling berkorban dan saling menjaga. Kalau kekeluargaan sudah terbangun, organisasi jadi kuat,” pungkas Ahmad Bajuri.

Banyaknya kader baru gabung. Itu bukti bahwa Demokrat masih relevan dan di percaya.Ini bukan sekadar “tambah jumlah”. Tapi ini soal optimisme. Artinya masih banyak orang yang percaya Demokrat bisa jadi rumah perjuangan dan kendaraan politik yang bersih, santun dan solutif.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru