spot_imgspot_img
Jumat 4 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sidang Jumaahan Ditunda, Wali Kota Bandung Fokus Tuntaskan Siskamling di 151 Kelurahan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menunda sejenak pelaksanaan program Sidang Jumaahan yang menjadi salah satu janji politiknya saat kampanye. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memprioritaskan penyelesaian program Siskamling Siaga Bencana di seluruh 151 kelurahan sebelum meluncurkan ruang dialog tersebut.

Program Siskamling kini telah menjangkau 100 kelurahan dan menyisakan 51 wilayah lagi.

Baca Juga: Mulai Oktober 2026, Bandara Husein Sastranegara Ditargetkan Layani Penerbangan ke 3 Negara

“Posisinya kemarin sempat terganti oleh Siskamling. Nanti setelah saya menyelesaikan Siskamling di 151 kelurahan, baru program Jumaahan dilaksanakan,” kata Farhan Jumat (4/9/2026).

Wadah Penyerapan Aspirasi Usai Salat Jumat

Pemkot Bandung merancang Sidang Jumaahan sebagai sarana interaksi langsung antara pejabat daerah dan warga setelah ibadah salat Jumat. Forum ini memfasilitasi dialog publik untuk menampung masukan sekaligus membedah persoalan lokal.

“Konsepnya berkumpul setelah salat Jumat di berbagai tempat untuk menyerap aspirasi masyarakat,” katanya.

Adopsi Pola Kepemimpinan Kang Yoto Bojonegoro

Farhan meluruskan anggapan bahwa konsep forum publik ini meniru gaya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pihaknya justru mengadaptasi inovasi kepemimpinan mantan Bupati Bojonegoro, Suyoto atau Kang Yoto.

“Bukan Pak Ahok, saya meniru Kang Yoto di Bojonegoro,” ujarnya.

Jika Kang Yoto memusatkan forum di pendopo kabupaten, Farhan memilih skema mobilitas tinggi dengan mendatangi langsung berbagai sudut Kota Bandung. Evaluasi program Siskamling membuktikan bahwa metode turun langsung ke lapangan bekerja jauh lebih efektif dalam memetakan masalah warga.

“Itu hanya variasi saja. Kalau Kang Yoto terpusat di pendopo, kalau saya kemungkinan akan keliling karena hasil evaluasi Siskamling menunjukkan bahwa metode keliling lebih efektif,” jelasnya.

Pengelompokan Isu Berdasarkan Masalah Wilayah

Tim khusus akan memilah dan mengelompokkan topik pembahasan sebelum agenda mingguan berjalan. Diskusi akan berfokus pada masalah krusial di lokasi yang bersangkutan, mulai dari pengelolaan sampah hingga perbaikan fasilitas publik.

“Nanti ada tim yang mengkurasi. Misalnya isu sampah, kita datang ke titik yang memiliki masalah sampah untuk diselesaikan. Atau isu infrastruktur, kita fokus di sana. Jadi setiap minggu ada temanya,” ungkapnya.

Farhan kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak membatalkan janji politik tersebut, melainkan hanya mengalihkan fokus sementara hingga seluruh kelurahan tuntas menerima program Siskamling.

“Bukan di-pending, tapi di-cover dulu dengan program Siskamling Siaga Bencana keliling di 151 kelurahan. Sejauh ini baru 100 kelurahan, masih ada 51 kelurahan lagi yang harus diselesaikan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru