spot_imgspot_img
Jumat 31 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Nyaneut Festival 2026 Masuk KEN, Bupati Garut Dorong Promosi Budaya Lokal

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin membuka helatan budaya Nyaneut Festival 2026 di Lapangan Situgede Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kamis (30/7/2026) malam.

Nyaneut adalah tradisi khas minum teh terpopuler di Indonesia. Berasal dari kebiasaan para pemetik teh yang berkumpul di sekitar perapian (hawu) setelah lelah bekerja seharian untuk menghangatkan badan dari dinginnya udara pegunungan.

BACA JUGA:

Wanoja Gatra Perkuat Chemistry Lewat Kebersamaan

Sembari menyeruput teh hangat dari bambu dan makan palawija bakar, mereka saling berbagi cerita dan mempererat persaudaraan.

Bupati Garut mengapresiasi kepada seluruh panitia, budayawan dan pihak pendukung yang telah konsisten menjaga warisan leluhur tersebut.

“Nyaneut merupakan tradisi lokal yang wajib kita jaga dan kembangkan. Saya percaya tradisi seperti ini adalah identitas atau ciri khas orang Cigedug (Garut) dan orang Indonesia. Ini harus di kembangkan,” kata Syakur.

Dukungan terhadap helatan ini juga datang dari Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah. Legislator Partai Gokar ini mengapresiasi komitmen Bupati Garut dalam memajukan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, penyelenggaraan Nyaneut Festival sangat selaras dengan visi pariwisata daerah bersemboyan “Pesona Garut Maju Berbudaya.”

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung para seniman dan budayawan agar panggung pelestarian seni budaya di Garut tetap berkelanjutan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Muslimin Anwar berkomitmen mendukung penuh sektor pariwisata dan kebudayaan daerah.

Menurutnya, pariwisata memiliki efek keterkaitan ke depan (forward linkage) yang sangat kuat terhadap roda perekonomian.

BACA JUGA:

Surabi Bakar Berlian, Kuliner Tradisional Garut Panorama Gunung Guntur

“Di balik satu destinasi wisata seperti di tempat ini, ada ribuan orang yang bekerja di belakangnya, ada ratusan UMKM yang terlibat dan ada banyak harapan anak-anak terhadap kemajuan desa yang menjadi destinasi usaha ini. Kami sangat mendukung kegiatan pariwisata,” ungkap Muslimin Anwar.

Pupuhu Nyaneut Festival 2026, Dasep Badrusalam menjelaskan, penyelenggaraan tahun 2026 merupakan edisi ke-13.

Secara historis, Nyanet juga berkaitan dengan jejak dakwah Kanjeng Sunan Gunung Djati di Priangan Timur yang menggunakan pendekatan budaya.

Dia mengungkapkan, kata Nyanet mengandung makna filosofis untuk menghubungkan rasa. Baik rasa antarsesama manusia, hubungan manusia dengan alam hingga persambungan hamba dengan Sang Pencipta sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Pada tahun ini, Nyanet Festival mengusung tema “Mapag Dangiang Larang Srimanganti” (Menjemput Keberkahan di Gunung Cikuray). Event ini juga bangga dapat masuk ke dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Garut, Bank Indonesia, bank bjb serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada Komunitas Budaya Nyanet,” pungkas Dasep.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru