GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin meninjau langsung kondisi para korban dugaan keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjalani perawatan di PKM Cibatu.
Menurut Syakur, Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat untuk memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan terbaik hingga pulih sepenuhnya.
BACA JUGA:
PM Gatra Desak Aparat Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Cibatu Garut
“Ini adalah musibah yang terjadi. Kami sikapi dengan cara memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat agar segera pulih kembali,” ucapnya.
Pihaknya menghentikan sementara operasional SPPG di lokasi kejadian untuk mendukung proses pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh yang di lakukan Badan Gizi Nasional (BGN).
Bupati Garut mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN guna memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Termasuk melakukan peninjauan ulang terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta kelengkapan perizinan operasional.
“Harapannya segera sembuh kembali dan BGN khususnya mengevaluasi terkait dengan SLHS, perizinan dan lain-lain,” tegas Bupati Garut.
Pemerintah Kabupaten Garut bersama bank bjb dan Baznas turut menyalurkan bantuan kerohiman awal sebesar Rp250 rbu per korban.
Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak musibah keracunan.
BACA JUGA:
Sekda Garut: 31 Warga Cibatu Terindikasi Gejala Keracunan
Bantuan lanjutan berupa paket sembako juga telah di siapkan dan akan di salurkan kepada para korban beserta keluarganya setelah mereka pulang dari fasilitas kesehatan.
Bupati Garut berharap, seluruh pasien segera pulih dan hasil evaluasi dapat menjadi dasar perbaikan sistem pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, puluhan siswa dan guru di Pesantren Al Almansuriyah Desa Mekarsari Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), di duga keracunan setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (22/7/2026).
Usai mengonsumsi makanan tersebut, para korban di laporkan mengalami berbagai gejala yang mengarah pada keracunan.
Para korban selanjutnya mendapatkan penanganan medis PKM Cibatu.
Kepala Desa Mekarsari, Ahmad Sadeli, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, puluhan siswa dan guru di duga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari SPPG Sindangsuka.
“Benar, ada siswa dan guru di duga mengalami keracunan setelah menyantap hidangan program MBG. Saat ini mereka sudah mendapatkan penanganan di PKM Cibatu,” katanya.
(Bambang Fouristian)



