GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana mengatakan, sedikitnya 31 warga Desa Mekarsari Kecamatan Cibatu terindikasi keracunan makanan, Rabu (22/7/2026).
Para korban kini tengah mendapatkan penanganan intensif tenaga medis PKM Cibatu.
BACA JUGA:
Puluhan Santri dan Guru di Cibatu Garut Diduga Keracunan MBG
Menurut Sekda Garut, pihaknya langsung monitoring kejadian dugaan keracunan makanan tersebut. Tercatat sebanyak 27 orang sudah mendapatkan penanganan.
“4 orang lagi di kabarkan terdampak. Namun hingga kini belum di rawat di PKM. Mudah-mudahan gejalanya tidak serius dan bisa di tangani di tempat,” ungkap Nurdin Yana.
Kronologis kejadian, sekitar pukul 13.00 WIB, sebanyak 3 orang santri datang ke PKM Cibatu mengeluhkan pusing, muntah dan diare.
Jumlah pasien bertambah menjadi 23 orang pada pukul 15.00 WIB dan hingga pukul 18.00 tercatat 27 orang yang sudah mendapatkan penanganan dan di rawat di PKM Cibatu.
“Sebagian besar merupakan santri dari Pesantren Al Almansuriyah Desa Mekarsari,” imbuh Sekda Garut.
Salah seorang korban asal Kampung Dukuh, RT03/05 Desa Mekarsari Kecamatan Cibatu, Aceng Muhamad Arifin Riziq mengaku, pada pukul 11.00 WIB Dia mengonsumsi makanan Dari program MBG.
Setelah beberapa jam, Dia mengalami gejala pusing, mual, muntah dan diare.

“Terasa mual, pusing daw langsung muntah-muntah di sertai Diare,” singkat Aceng.
BACA JUGA:
3 Tahun tak Ada Kepastian, Warga Giriawas Garut Gotong Royong Perbaiki Jalan Kabupaten
Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Kepala Desa Mekarsari, Ahmad Sadeli mengatakan, puluhan siswa dan guru di duga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari SPPG Sindangsuka.
“Puluhan siswa dan guru di duga mengalami keracunan setelah menyantap hidangan program MBG. Saat ini mereka sudah mendapatkan penanganan di PKM Cibatu,” katanya.
Ahmad menyebut, pemerintah setempat juga telah turun ke lokasi untuk memantau perkembangan kejadian dan berkoordinasi dalam penanganan para korban.
Camat Cibatu, Budi Darmawan mengatakan, jumlah korban masih belum dapat di pastikan karena hingga kini masih ada warga yang terus berdatangan ke Puskesmas.
Penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Petugas bersama instansi terkait tengah mendata para korban sekaligus menelusuri sumber makanan yang di konsumsi.
(Andian)



