TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Duet kepemimpinan Kabupaten Tasikmalaya mulai menepati janji politik mereka saat masa kampanye Pilkada lalu. Bupati Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi resmi meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan bunga 0 persen. Langkah strategis ini bertindak sebagai sekoci penyelamat bagi pelaku usaha kecil agar terlepas dari jeratan rentenir dan praktik pinjaman keliling berkedok “bank emok”.
Manajemen Pemkab Tasikmalaya memilih momen sakral Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (20/5/2026), sebagai panggung peluncuran program.
Tak sekadar meresmikan di atas kertas, pemerintah daerah langsung menindaklanjuti program ini lewat penandatanganan kerja sama (MoU) taktis bersama dua lembaga keuangan milik daerah, yakni PT BPR Artha Sukapura dan BPR Artha Galunggung.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan bahwa stimulan modal lewat program KURDA merupakan langkah nyata pemerintahannya dalam membentengi ekonomi kerakyatan. Ia memproyeksikan akses modal tanpa bunga ini mampu menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi kelas bawah serta menstimulasi lahirnya wirausahawan baru.
“Program ini hrapannya menjadi solusi pembiayaan yang mudah, aman, dan ringan. Sekaligus mendorong pertumbuhan usaha, peningkatan pendapatan, dan terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat,” terang Cecep.
Cecep mengakui, beban bunga tinggi serta kehadiran ekosistem pinjaman yang tidak sehat selama ini menjadi momok menakutkan yang menyumbat pertumbuhan pelaku UMKM lokal. Oleh karena itu, pemerintah daerah hadir memutus mata rantai tersebut dengan menyodorkan alternatif pembiayaan yang berpihak penuh pada wong cilik.
Sasar 7.000 Keluarga, Pemkab Tasikmalaya Bidik Tekan Angka Kemiskinan
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menggarisbawahi program KURDA memegang peran krusial dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi. Sekaligus pemerataan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Asep menjabarkan bahwa skema kredit tanpa bunga ini beririsan langsung dengan instrumen penanggulangan kemiskinan yang menjadi prioritas utama kerja mereka.
“Penanggulangan kemiskinan salah satunya dilakukan dengan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ketika masyarakat diberikan modal usaha tanpa bunga, diharapkan usaha mereka berkembang dan tingkat kemiskinan bisa ditekan,” jelasn Asep Sopari.
Pemkab Tasikmalaya mematok target ambisius agar manfaat KURDA dapat langsung menyentuh sekitar 7.000 keluarga penerima manfaat. Jika menghitung rata-rata satu keluarga memiliki tiga anggota, program modal gratis ini berpotensi mengatrol sedikitnya 21.000 warga keluar dari zona garis kemiskinan.
Manajemen daerah juga memproyeksikan KURDA sebagai energi baru bagi sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan ekonomi Tasikmalaya. Dengan suntikan dana segar tanpa bunga ini, pelaku usaha mikro harapannya mampu mendongkrak kapasitas produksi. Terlebih memperluas jangkauan pasar, hingga menciptakan lapangan pekerjaan baru di lingkungan sekitar mereka.
(Farhan K)



