TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, resmi merombak komposisi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Melalui prosesi pengambilan sumpah di Aula Pendopo Baru, Selasa (12/5/2026),
Cecep melantik 71 pejabat untuk menempati berbagai posisi strategis pemerintahan.
Baca Juga: SMAN 1 Singaparna Tasikmalaya Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Siap Cetak Generasi Elite Jabar
Para pejabat yang dilantik terdiri atas empat pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), 20 pejabat administrator, 17 pejabat pengawas, dan 30 pejabat fungsional. Langkah ini bertujuan memperkuat mesin birokrasi agar lebih profesional dan akuntabel.
Pergeseran Posisi Pimpinan Tinggi Pratama
Empat nama di jajaran eselon II kini menempati pos baru:
- Rudi Sonjaya Saehuri: Menjabat Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya (sebelumnya Kepala Bappelitbangda).
- Rahayu Jamiat Abdullah: Menjabat Kepala Bappelitbangda (sebelumnya Kepala Dishubkominfo).
- Iyan Sukmana: Menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (sebelumnya Staf Ahli Bupati).
- dr. Heru Suharto: Menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM (sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan).
Tuntutan Responsif dan Anti-Defensif
Dalam arahannya, Cecep menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan efektif. Ia meminta para pejabat baru membuang jauh pola pikir birokrasi lama yang lamban dan terjebak rutinitas.
“Jadilah pemimpin yang responsif dan mampu mengedepankan kepentingan masyarakat. Saya menuntut saudara untuk tidak bersikap defensif terhadap keluhan publik,” tegas Cecep.
Cecep juga menginstruksikan para ASN untuk turun langsung ke lapangan guna mendengarkan persoalan masyarakat secara mendalam, lalu mengeksekusinya dengan solusi yang tepat guna.
Transformasi Digital Tanpa Seremoni
Selain integritas, Cecep menyoroti urgensi transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Ia mengingatkan jajarannya agar pengembangan inovasi teknologi tidak hanya berhenti pada tahap seremoni atau peluncuran aplikasi semata.
“Saya menuntut integrasi layanan digital yang nyata, bukan sekadar peluncuran aplikasi tanpa makna,” tambahnya.
Cecep berharap rotasi ini menjadi momentum bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Tasikmalaya untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan publik yang terus berubah. Dengan kepemimpinan yang progresif, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya optimis mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat.
(Farhan K)


