BANDUNG,FOKUSJabar.id: Faunaland Indonesia menawarkan transformasi besar bagi Bandung Zoo jika Pemerintah Kota Bandung memilih mereka sebagai pengelola baru. Perusahaan ini menyiapkan konsep kebun binatang modern yang menggabungkan aspek edukasi, konservasi kelas dunia, dan wisata interaktif yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.
CEO Faunaland, Danny Gunalen, menjelaskan bahwa pihaknya akan mengusung model city zoo di atas lahan seluas 10 hektare. Rencana tersebut mencakup pembagian area yang sangat spesifik yakni dua hektare untuk walk-in zoo dan delapan hektare lainnya menjadi kawasan safari friendly dengan koleksi satwa jinak.
Baca Juga: Kemenko PM Luncurkan Perintis Berdaya Connect di Bandung
“Kami merancang city zoo berbasis edukasi dan konservasi. Pengunjung tidak hanya melihat satwa dari luar kandang, tetapi bisa merasakan sensasi berinteraksi langsung secara aman,” ujar Danny, Selasa (12/5/2026).
Wahana Ekstrim dan Satwa Langka Dunia
Salah satu inovasi yang menonjol adalah walkthrough tiger trail, sebuah wahana yang memungkinkan pengunjung merasakan kedekatan dengan harimau. Tak hanya itu, Faunaland berambisi mendatangkan koleksi satwa eksotis yang diklaim belum pernah hadir di Asia Tenggara.
Danny menyebut pihaknya akan memboyong buaya putih langka dan satwa yang dijuluki “Real Life Pikachu” dari Australia pada tahap pengembangan berikutnya. Secara keseluruhan, Faunaland menargetkan populasi lebih dari seribu ekor satwa yang mencakup 100 jenis aves, mamalia, reptil, hingga amfibi.
Ikon Jawa Barat dan Edukasi Endemik
Faunaland juga berkomitmen memperkuat identitas biodiversitas lokal dengan menjadikan macan tutul Jawa sebagai ikon edukasi utama. Selain itu, mereka akan memperkenalkan babi kutil—salah satu spesies babi hutan paling langka di dunia—sebagai bagian dari kampanye pelestarian satwa liar.
“Masyarakat harus sadar bahwa Jawa Barat memiliki kekayaan endemik yang luar biasa seperti macan tutul Jawa. Kami ingin menjaga warisan ini tetap lestari,” tegas Danny.
Paduan Budaya dan Rekam Jejak Internasional
Pengembangan Bandung Zoo nantinya tidak hanya berfokus pada satwa, tetapi juga mengintegrasikan unsur sejarah dan budaya Kota Bandung. Pengelola berencana membangun pusat kebudayaan serta museum yang menampilkan perjalanan sejarah kota dari era kolonial.
Dalam hal kompetensi, Faunaland mengantongi rekam jejak mumpuni dengan raihan tiga penghargaan dari Menteri Kehutanan pada 2025. Perusahaan ini juga aktif menjalin kemitraan dengan lembaga internasional seperti Bin Zayed Conservation dari Uni Emirat Arab untuk program pelepasliaran satwa di habitat aslinya.
Danny menegaskan bahwa kunci utama pengelolaan kebun binatang modern terletak pada kesejahteraan satwa. Meski optimis, ia menyerahkan keputusan akhir kepada Pemerintah Kota Bandung dengan mempertimbangkan kesiapan SDM, fasilitas, dan anggaran operasional yang besar.
(Yusuf Mugni)


