spot_imgspot_img
Selasa 12 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kasus Bunuh Diri Meningkat, 12 Puskesmas di Bandung Kini Punya Layanan Psikolog Klinis

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat merespons maraknya kasus stres hingga percobaan bunuh diri dengan memperkuat layanan kesehatan mental di tingkat kewilayahan. Sebagai langkah konkret, Pemkot resmi membuka layanan psikologi klinis di 12 puskesmas untuk memberikan akses konseling langsung bagi masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan implementasi amanat Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Regulasi tersebut mewajibkan fasilitas kesehatan tingkat pertama menyediakan tenaga psikologi klinis guna menangani persoalan mental masyarakat secara dini.

Baca Juga: Begini Rencana Faunaland untuk Bandung Zoo, dari Walk-In Zoo hingga Tiger Trail

“Kami menyediakan layanan psikologi klinis di setiap UPTD atau puskesmas untuk kebutuhan konseling. Saat ini, 12 puskesmas di Kota Bandung sudah siap melayani warga,” ujar Farhan, Selasa (12/5/2026).

Daftar Puskesmas Penyedia Layanan

Sebanyak 12 puskesmas yang kini memiliki layanan psikolog klinis meliputi:

  • Wilayah Tengah & Utara: Puskesmas Puter, Padasuka, Sukarasa, Pasirkaliki, dan Salam.
  • Wilayah Barat & Selatan: Puskesmas Garuda, Cibuntu, dan Kopo.
  • Wilayah Timur: Puskesmas Babakan Sari, Cipamokolan, Ibrahim Adjie, dan Cipadung.

Setiap puskesmas menugaskan satu psikolog klinis yang siap melayani sekitar 10 pasien per hari pada jam kerja. Pemkot memilih ke-12 lokasi ini berdasarkan kesiapan fasilitas ruang yang mampu menjamin privasi tinggi bagi pasien.

Mitigasi Krisis Kesehatan Mental

Farhan menyebut penguatan layanan ini sebagai kebutuhan mendesak akibat meningkatnya tekanan psikologis di kalangan anak sekolah hingga kelompok usia produktif. Ia mengaku khawatir dengan tren percobaan bunuh diri yang kerap muncul dalam pemberitaan harian di Kota Bandung.

“Berita percobaan bunuh diri hampir muncul setiap hari. Indikator ini sangat menakutkan, sehingga kita harus melakukan pencegahan secara sangat serius,” tegasnya.

Selain menyiapkan layanan di puskesmas, Pemkot Bandung juga memperketat pengamanan di titik-titik rawan yang sering menjadi lokasi percobaan bunuh diri. Namun, Farhan menekankan bahwa penguatan mental dari sisi medis dan psikologis tetap menjadi garda terdepan.

Terbuka untuk Umum

Farhan mengidentifikasi tekanan ekonomi dan sosial sebagai pemicu utama gangguan kesehatan mental saat ini. Ia meminta masyarakat membuang jauh rasa tabu dan tidak ragu mencari bantuan profesional jika merasa terbebani.

Layanan konseling ini terbuka luas bagi seluruh masyarakat, baik warga Kota Bandung maupun warga luar daerah yang membutuhkan pertolongan darurat.

“Cari teman ngobrol atau curhat sebagai langkah awal. Jika beban terasa berat, segera datangi puskesmas. Kami sudah menyediakan layanannya,” pungkas Farhan.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru