BANDUNG,FOKUSjabar.id: Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat meniadakan sementara sejumlah agenda publik yang semula terjadwal pada Minggu, 3 Mei 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melalui akun Instagram resminya mengumumkan penundaan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Dago dan Buah Batu, serta program Braga Beken (Braga Bebas Kendaraan).
Keputusan mendadak ini merespons eskalasi situasi keamanan pasca-insiden yang mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat, 1 Mei 2026. Pemerintah memprioritaskan aspek keselamatan masyarakat, mengingat agenda rutin tersebut selalu mengundang massa dalam jumlah besar.
Baca Juga: Apindo Jabar Dorong Percepatan Penataan Ulang Tata Ruang
Pihak Dishub menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga. Langkah ini bertujuan memastikan situasi kota benar-benar kondusif sebelum pemerintah membuka kembali ruang publik untuk aktivitas massa berskala besar.
Buntut Kericuhan Aksi May Day
Data di lapangan menunjukkan bahwa penundaan ini berkaitan erat dengan aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat. Demonstrasi yang awalnya bertujuan menyampaikan aspirasi buruh tersebut berujung ricuh di sejumlah titik strategis pusat kota.
Massa yang berjumlah besar sempat menutup akses jalan dan memaksa petugas melakukan pengalihan arus lalu lintas. Situasi semakin memanas saat sejumlah peserta aksi membakar ban di tengah jalan dan melakukan tindakan vandalisme terhadap fasilitas umum.
Aparat kepolisian langsung bertindak mengamankan lokasi untuk mengendalikan keadaan. Petugas juga mengamankan beberapa orang yang diduga kuat terlibat dalam tindakan perusakan dan gangguan ketertiban umum.
Pemulihan Ruang Publik
Pemerintah daerah menilai kondisi pasca-kejadian memerlukan waktu pemulihan, baik secara fisik maupun stabilitas keamanan. Selama ini, CFD dan Braga Beken menjadi motor penggerak ekonomi warga sekaligus ruang interaksi sosial utama. Namun, pemerintah memilih langkah preventif guna menghindari risiko keamanan yang lebih luas.
Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk memaklumi kebijakan sementara ini. Harapannya warga terus memantau saluran informasi resmi pemerintah serta tetap menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing hingga jadwal pelaksanaan CFD dan Braga Beken kembali normal.
(Jingga Sonjaya)


