spot_imgspot_img
Sabtu 2 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Menjaga Generasi Digital: Sinergi Jabar dalam Implementasi PP TUNAS

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bergerak cepat memperkuat benteng perlindungan anak di ranah siber. Melalui Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, pemerintah menggelar workshop dan sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tunggu Anak Siap (TUNAS) di Aula KONI Kota Bandung, Senin (27/4/2026).

Acara yang mempertemukan sekitar 250 perwakilan SKPD Pemprov Jawa Barat ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah dalam menjaga kesehatan mental anak di ruang digital.


“Kolaborasi lintas sektor adalah harga mati dalam mengawal literasi digital, mengingat tantangan pendampingan anak yang kian kompleks,” kata Kabid IKP Diskominfo Jabar, Adi Komar dalam sambutannya.

Keamanan digital kini bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi bagi masa depan. Ketua Sub Tim Kemitraan Pemda Regional II, Firmansyah, mengingatkan bahwa setiap anak memiliki hak mutlak untuk terlindungi saat berselancar di dunia maya. Hal ini dipertegas oleh Sekretaris Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Mediodecci Lustarini. Dia menjelaskan bahwa PP TUNAS hadir sebagai instrumen hukum yang mewajibkan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk memverifikasi usia dan memblokir konten berbahaya.

Namun, perlindungan tidak hanya soal regulasi teknis. Dari kacamata medis, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Jiwa Kemenkes, Yunita Restu Safitri, mengingatkan ancaman nyata berupa adiksi gawai dan perundungan siber. Solusinya, menurut praktisi keamanan siber Ian Keikai, terletak pada “pengasuhan digital” yang bijak.

“Orang tua bisa memanfaatkan fitur kontrol seperti Family Link serta membangun komunikasi dua arah yang terbuka dengan anak,” kata Ian.

Melalui langkah masif di Jawa Barat ini, PP TUNAS diharapkan ada implementasi nyata di tingkat local. Untuk selanjutnya menjadi standar nasional dalam mewujudkan pilar ‘Terjaga’ pada transformasi digital Indonesia. Terlebih demi memastikan anak-anak tumbuh di lingkungan digital yang aman, cerdas, dan bertanggung jawab.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru