spot_img
Selasa 20 Januari 2026
spot_img

Jelang Nataru, Permintaan di Kota Bandung Naik 10 Persen

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Bandung memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap aman meski permintaan diprediksi meningkat sekitar 10 persen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

BACA JUGA:

Minta Klarifikasi, NasDem Jabar Segera Panggil Awangga yang Resmi Tersangka

“Secara umum, pola konsumsi masyarakat pada Nataru diprediksi naik sekitar 10 persen dari hari-hari biasa. Sehingga permintaan pasar otomatis akan meningkat,” kata Gin Gin, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, komoditas yang permintaannya meningkat antara lain, daging ayam, telur, sayuran, bumbu-bumbuan, cabai, bawang dan ikan laut.

Kenaikan harga yang cukup signifikan, terjadi pada cabai rawit dan cabai besar yang mendekati batas toleransi 15 persen.

“Jika kenaikan sudah melebihi batas itu, kami akan melakukan intervensi melalui operasi pasar. Salah satu langkah antisipasi adalah gerakan pangan murah yang kami gelar hari ini dan dijadwalkan dua kali sepanjang Desember,” ucapnya.

Gin Gin menyebut, gerakan pasar murah sebagai salah satu untuk menyetabilkan harga pangan yang sedang naik. Kegiatan tersebut, juga terintegrasi dengan program pasar murah dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian atau Disdagin.

BACA JUGA:

Hartono Soekwanto Bakal Kembangkan Jahe dan Durian Bentong Malaysia

“Terkait pasokan, pedagang sudah menyiapkan stok lebih dari biasanya. Yaitu sekitar 3-5 persen. Kenaikan permintaan memang lebih terlihat menjelang Natal dibanding Tahun Baru,” katanya.

Gin Gin menambahkan, kenaikan harga sebagian dipengaruhi kondisi cuaca yang memengaruhi produksi dan kualitas pangan.

“Misalnya cabai, biasanya bisa bertahan seminggu, sekarang hanya 2-3 hari. Makanya harus segera dijual,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru