BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pengusaha agribisnis dan pemilik brand “Bos Koi,” Hartono Soekwanto berencana mengembangkan dua komoditas unggulan asal Pahang, Malaysia. Yakni, Jahe Bentong dan Durian Bentong di wilayah Bandung Jawa Barat (Jabar).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Hartono Soekwanto dalam memperkenalkan varietas pertanian bernilai tinggi serta mendukung petani lokal melalui distribusi bibit dan pendampingan teknologi budidaya.
BACA JUGA:
Koi Fenomenal Mr Kondo Milik Hartono Soekwanto Siap Rebut Juara di WNC 2025
Selama kunjungannya ke Malaysia, Hartono Soekwanto melakukan studi lapangan di sejumlah kebun pertanian dataran tinggi di Bentong.
Dia merumuskan peluang pengembangan dua tanaman tersebut di Indonesia.
Dalam kunjungannya, Dia menerima pasokan bibit Jahe dan Durian Bentong langsung dari rekan bisnisnya di Pahang.
“Kami melihat peluang besar untuk menghadirkan komoditas unggulan dari Bentong ke Bandung. Potensinya sangat menjanjikan. Kami ingin para petani lokal menjadi pionir pengembangannya,” kata Hartono Soekwanto.
Hartono menegaskan, bibit Jahe dan Durian yang dibawa dari Malaysia akan dia bagikan kepada kelompok petani di Kabupaten Bandung dan sekitarnya secara gratis.
“Kami tidak hanya memberikan bibit namun juga pendampingan. Tujuannya agar varietas ini bisa tumbuh dengan baik, produktif dan menjadi sumber penghasilan baru bagi petani,” katanya.
Nilai Lebih Jahe dan Durian Bentong
Hartono mengungkapkan, Jahe Bentong dikenal sebagai Jahe premium dari Bentong, Pahang. Karakter aromanya lebih kuat, tingkat kepedasan lebih tinggi dan nilai jual yang lebih baik di pasar herbal serta makanan olahan.
BACA JUGA:
Keluarga Kar’an di Kota Banjar Akhirnya Miliki Rumah Layak Huni Berkat Bantuan Bos Koi Hartono Soekwanto
Sementara Durian Bentong merupakan salah satu varietas unggulan dari daerah Pahang. Dagingnya tebal, tekstur lembut dan cita rasa khas yang banyak digemari pencinta Durian.
Hartono optimistis, kedua komoditas ini sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Khususnya di wilayah dataran tinggi seperti Bandung.
Program introduksi bibit unggulan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Hartono Soekwanto dalam membangun ekosistem agribisnis modern.
Tujuannya, memberikan nilai tambah bagi petani, memperkenalkan varietas premium kepada pasar Indonesia.
Kemudian, mendorong inovasi budidaya dan diversifikasi komoditas pertanian serta mengedepankan praktik budidaya yang berkelanjutan.
“Indonesia punya iklim dan tanah yang subur. Dengan varietas unggulan dan pendampingan yang tepat, petani kita bisa menghasilkan produk berkualitas global,” pungkas Hartono.
(Anthika Asmara)


