spot_imgspot_img
Sabtu 2 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ricuh May Day Bandung, Fasilitas Lalu Lintas Rusak hingga 75 Persen

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Bandung pada Jumat, 1 Mei 2026, berakhir ricuh saat malam hari setelah sebelumnya berlangsung aman. Kelompok yang diduga massa Anarko memicu ketegangan di kawasan Dago Cikapayang melalui tindakan anarkis dan perusakan fasilitas publik.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengonfirmasi bahwa personel gabungan TNI, Polri, dan dinas terkait sebenarnya telah bersiaga sejak pagi. Namun, situasi yang awalnya kondusif di sekitar Gedung Sate berubah drastis ketika massa mulai melakukan aksi pembakaran ban dan menutup akses jalan menjelang malam.

Baca Juga: Hardiknas Kabupaten Bekasi, Ini Strategi Tingkatkan Mutu Pendidikan

“Massa berpakaian serba hitam mulai membakar ban dan water barrier di Dago Cikapayang sekitar pukul 18.00 WIB. Kelompok ini juga melakukan aksi sweeping dan membawa botol molotov yang membahayakan warga,” jelas Bambang, Sabtu (2/5/2026).

Tindakan Tegas Aparat

Merespons situasi yang tidak terkendali, personel Brimob bergerak cepat membubarkan massa sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran juga langsung menjinakkan kobaran api di jalanan guna mencegah kebakaran meluas ke area bangunan di sekitar lokasi kericuhan.

Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Ia menilai kelompok ini tidak mewakili aspirasi buruh karena fokus mereka hanyalah melakukan pengerusakan fisik di ruang publik.

“Kami mengidentifikasi mereka sebagai kelompok Anarko berdasarkan ciri pakaian dan wajah yang tertutup. Aksi mereka sama sekali tidak menyampaikan pendapat atau memperjuangkan hak tertentu, melainkan murni perusakan,” tegas Kapolda Rudi.

Kerugian Infrastruktur Capai Ratusan Juta

Kericuhan tersebut berdampak serius pada infrastruktur lalu lintas di Kota Bandung. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mencatat kerusakan parah pada lampu APILL serta sistem fiber optik dan controller lalu lintas.

“Kami menaksir kerugian mencapai Rp400 juta dengan tingkat kerusakan fasilitas hingga 75 persen. Saat ini, kami berupaya memastikan lalu lintas tetap berjalan lancar melalui anggaran pemeliharaan darurat,” ungkap Rasdian.

Pemerintah Kota Bandung mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik. Kerusakan akibat aksi anarkis ini tidak hanya membebani anggaran daerah, tetapi juga secara langsung mengganggu kenyamanan dan keselamatan mobilitas warga di jalan raya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru