spot_img
Rabu 19 Juni 2024
spot_img
More

    Distan Pangandaran Periksa Ribuan Hewan Qurban

    PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Menjelang idul adha, Dinas pertanian (Distan) Kabupaten Pangandaran Jawa Barat melakukan Pengawasan dan pengendalian hewan qurban senin, (10/6/2024). 

    Kepala Dinas Pertanian, Yadi menyebut, pihaknya melakukan pengawasan di 4 kecamatan selama dua pekan lalu. Kini masih berlangsung. 

    Empat kecamatan yang sudah dilakukan pengecekan antaranya, kecamatan Cimerak, Cijulang, Mangunjaya dan Padaherang. 

    “jumlah hewan yang sudah kami periksa untuk sapi ada 1479 ekor, kemudian kambing 700 ekor dan domba 1377 ekor,” katanya saat di wawancarai wartawan di lokasi kandang Wonoharjo Pangandaran. 

    Yadi memastikan ribuan hewan tersebut layak menjadi hewan qurban sebab, sudah ada pengecekan oleh 20 petugas bersama dokter hewan. 

    Indikator Kelayakan Hewan Qurban di Pangandaran

    Indikator layak menurut Yadi, di lokasi kandang penjualan harus ada Surat Kelayakan Hewan (SKH) dari dokter hewan. 

    Ia pun menjelaskan, syarat layak lainnya yakni sudah cukup umur. Hal itu Itu bisa terlihat dari gigi hewan tersebut. 

    Kemudian harus jantan sebab, jika betina di khawatirkan populasi hewan tersebut bisa punah. Terkecuali betina tersebut sudah tidak produktif. 

    “Makanya harus yang jantan kalo betina produktif itu tidak boleh,” jelasnya. 

    Senada dengan Kabid peternakan Deni Rahmat, ia menyatakan hewan qurban di pangandaran kondisinya sehat serta tidak ada penyakit yang terlalu berat. 

    “Karena petugas kami (para medis) sudah ada di seluruh Kecamatan. Kemudian secara rutin dokter hewan meminta laporan untuk pengobatan yang telah terlaksana,” ungkapnya. 

    Ia juga menyebut, secara laporan data Ia amati tidak ada penyakit yang menular yang diperjual belikan. 

    Sebab, jika terdapat penyakit yang menular dari salah satu ekor akan berdampak kepada populasi yang lain. 

    “Penjual dan si peternaknya sudah cukup selektif. Karena tentu itu akan mempengaruhi tingkat penjualanya jika ada salah satu hewan yang sakit,” katanya. 

    Menurutnya, para peternak hari ini sudah cukup pintar mengurusi hewan yang terindikasi sakit. Biasanya kata dia, para peternak melakukan isolasi atau karantina secara mandiri. 

    “Dan nantinya para peternak meminta bantuan kepada kami (petugas medis) untuk melakukan pengecekan baik diberikan vitamin dan antibiotik lainya,” kata dia.

    (Sajidin/Irfansyahriza). 

    Berita Terbaru

    spot_img