spot_img
Jumat 19 April 2024
spot_img
More

    Jelang Pemilu, Kandidat Senat Nigeria Tewas Ditembak Kemudian Dibakar

    NIGERIA,FOKUSJabar.id: Oyibo Chukwu, seorang kandidat senator dari partai oposisi di Nigeria dibunuh oleh pria bersenjata tak dikenal, Rabu (22/2/2023).

    Insiden itu terjadi ketika Chukwu dalam perjalanan pulang dari kampanye jelang pemilihan Presiden Nigeria.

    Seorang juru bicara Komisi Pemilihan Nasional Independen (INEC) mengatakan, pihaknya punya wewenang untuk menangguhkan pemungutan suara jika seorang kandidat meninggal dan menetapkan tanggal baru dalam waktu 14 hari.

    Pembunuhan terhadap Chukwu adalah salah satu dari beberapa serangan yang ditargetkan pada anggota partai politik. Insiden terjadi di Negara Bagian Enugu tenggara negara itu.

    BACA JUGA: Viral! Limbah Medis Bertulis HIV Dibuang Bebas di TPS Bangkalan

    Chukwu merupakan kandidat senat dari Partai Buruh. Kandidat Presiden partai tersebut, Peter Obi, mengaku sedih mendengar kabar pembunuhan brutal terhadap anggota partainya.

    “Saya mengutuk keras pembunuhan Barr Chukwu secara keseluruhan,” kata Obi, Kamis (23/2/2023).

    Dia juga mengatakan, warga Nigeria harus dengan bebas menjalankan tugas sipil mereka tanpa takut intimidasi.

    Amnesty International Nigeria mengutuk pembunuhan itu. Selain ditembak, Chukwu juga dibakar di dalam kendaraannya saat kembali dari kampanye di Agbani.

    Korban dalam insiden penembakan itu tidak hanya Chukwu, tetapi juga lima pendukungnya yang berada di dalam kendaraan. Pembunuhan terjadi tiga hari menjelang pemilihan senator yang dijadwalkan diadakan Sabtu (25/2/2023).

    Ketua Partai Buruh Negara Bagian Enugu, Casmir Agbo, menyebut bahwa pembunuhan terhadap Chukwu adalah pembunuhan politik, bukan target asal-asalan.

    “Masalahnya dia (Chukwu) tidak memiliki pengawalan keamanan. Dia berkampanye dan berjalan tanpa pengamanan. Mungkin dia berpikir, politik bukanlah permainan yang kotor,” kata salah satu sumber dari Partai Buruh, dilansir Premium Times Nigeria.

    Nigeria merupakan salah satu negara terpadat di Afrika, ekonomi terbesar, dan produsen minyak utama. Peralihan militer menuju demokrasi pada 1999 telah lama diganggu oleh kekerasan dan kecurangan.

    Dilansir Al Jazeera, analis keamanan senior Nigeria, Bulama Bukarti, mengidentifikasi tiga negara bagian Nigeria yang rawan kejahatan dan pemerasan. Ini khususnya berada di tenggara, timur laut, dan wilayah utara.

    “Berita palsu, teori konspirasi, dan informasi palsu di media sosial cenderung memperburuk keadaan dan menyebabkan ketegangan komunal, terutama karena tiga calon presiden utama berasal dari tiga kelompok etnis utama dan tiga bagian berbeda di Nigeria,” jelas Bukarti.

    (Dist)

    Berita Terbaru

    spot_img