spot_img
Selasa 29 November 2022
spot_img
More

    Cianjur Darurat Bencana, Fokus Mencari Korban Tertimbun

    CIANJUR,FOKUSJabar.id: Bupati Cianjur Herman Suherman mengeluarkan keputusan pemberlakuan tanggap darurat bencana alam gempa bumi.

    Surat pernyataan tanggap darurat bernomor  360 / 8717 / BPBD / 2022 dan berlaku sejak gempa terjadi Senin 21 November 2022 hingga jangka waktu 30 hari dari sekarang, berlaku di Kabupaten Cianjur. 

    Mengambil keputusan dari PP Nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Status Tanggap Darurat Bencana ketetapan oleh Bupati. 

    Kemudian, bahwa penetapan status tanggap darurat bencana berdasarkan informasi BMKG tanggal 21 November 2022 pukul 13.21.10 WIB. 

    BACA JUGA: Gempa Susulan di Cianjur Tercatat Mencapai 130 Kali

    Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR dengan pusat gempa berada di 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Lintang : 6.84 LS Bujur : 107.05 BT Kedalaman 10 km, Lokasi : 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur, 15 km Timur Laut Kota Sukabumi, 39 km Tenggara Kota Bogor, 63 km Barat Laut Bandung, 78 km Tenggara Jakarta dan tidak berpotensi Tsunami. 

    “Melihat kepada hal-hal tersebut di atas dengan ini menyatakan jika status tanggap darurat ini berlaku di Kabupaten Cianjur. Berlaku selama 30 (tiga puluh) hari, sejak tanggal 21 November sampai dengan 20 Desember 2022,” ujar Herman Suherman. 

    Apabila memerlukan maka status tanggap darurat dapat kita perpanjang sesuai situasi dan kondisi di lapangan. 

    Fokus Cari Korban Tertimbun Gempa Cianjur

    Sementara itu, usai menghadiri pemakaman bocah korban gempa,  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengikuti  rapat koordinasi penanganan gempa bumi Cianjur. Pimpinan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Pendopo Cianjur, Selasa (22/11/2022).

    Ikut menghadiri rakor kepala BNPB, Kepala Basarnas, Kepala BMKG, Bupati Cianjur, dan pihak terkait lainnya.

    Menko PMK dalam keterangan persnya mengatakan, di masa tanggap darurat. Akan mempercepat pencarian terhadap korban yang perkiraan masih ada yang tertimbun bangunan.

    “Mengenai masa darurat itu akan kita tangani secepat mungkin karena semakin cepat, semakin baik, sehingga memperpendek penderitaan para korban,” ujarnya.

    Kemudian untuk bantuan dana kebencanaan, telah Pemda Provinsi Jabar sepakati. Akan memberikan bantuan sebesar Rp20 miliar dan Pemkab Cianjur Rp5 miliar. Sedangkan bantuan dana dari BNPB sebesar Rp1,5 miliar.

    Muhadjir menuturkan, dalam rakor tersebut juga kesepakatan penanganan bencana akan secara paralel.

    “Yaitu penanganan tanggap bencana yang mengutamakan pada korban, baik korban hidup, korban meninggal, maupun korban luka-luka, baik ringan maupun berat,” jelasnya.

    Pada saat yang bersamaan, kata Muhadjir, akan melakukan pendataan untuk menyiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Baik yang mengalami kerusakan ringan, berat, maupun fatal. 

    “Pemerintah akan membangun kembali rumah warga yang rusak. Nanti begitu selesai tahap tanggap darurat kita langsung bisa masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ucapnya.

    Sementara terkait jalan yang tertimbun material longsor, pemerintah menargetkan akan menyelesaikannya hari ini juga agar lalu lintas kembali normal.

    “Dari Pak Kapolda sudah janji untuk jalan nasional itu akan mengusahakan menanganinya secara simultan, tiga setengah jam mulai dari jam sekarang termasuk jalur kabupaten,” ujarnya.

    BACA JUGA: Gempa Susulan di Cianjur Tercatat Mencapai 130 Kali

    Kemudian untuk jembatan yang putus, akan membangun jembatan sementera jembatan darurat oleh Kementerian PUPR. Adapun yang menjadi prioritas penanganan adalah membongkar atau menggali timbunan-timbunan yang kemungkinan ada korban.

    “Tadi dari Pak Basarnas sudah menyanggupi hari ini nanti timbunan-timbunan yang diduga kuat ada korban. Terutama korban hidup, itu akan diselesaikan hari ini,” kata Muhadjir.

    Usai Rakor, Menko PMK, Gubernur Jabar dan pihak terkait lainnya. Akan langsung meninjau proses evakuasi korban di Kecamatan Cugenang yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa bumi.

    (Anthika)

    Berita Terbaru

    spot_img