BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penerapan ganjil genap (Gage) dinilai bukan solusi dalam mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Kebijakan tersebut, malah hanya akan menyulitkan masyarakat. Utamanya pada jam kerja.
“Saya melihat bukan solusi, terutama diterapkan di hari kerja. Karena prinsip ganjil genap mempersulit orang naik kendaraan,” kata Pakar Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono pada saat dihubungi Senin (25/7/2022).
Menurutnya, penerapan Gage hanya akan efektif apabila diterapkan pada akhir pekan. Karena dengan Gage, penumpukan wisatawan atau pengunjung dari luar Bandung dapat diminimalisir.
BACA JUGA: Ini Kata Wali Kota Bandung Terkait Usulan Ganjil-Genap Dari DPRD
“Kalau Gage diterapkan tetapi alternatifnya belum ada jadi buat repot nantinya. Nanti orang-orang mencari kesempatan, cari rute baru, mencari ke mana-mana yang ujungnya hanya membuat kemacetan di tempat lain,” ucapnya.
Terlebih dikatakan Sony, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung langsung menerapkan sanksi pada pelanggar. Tentu hal itu tidak bijak, karena pemerintah belum memberikan sebuah alternatif lainnya.
“Prinsipnya sediakan dahulu alternatifnya. Misal layanan angkutan umum, fasilitas pejalan kaki. Maka salah satu solusi adalah mengajak dan mengedukasi masyarakat menggunakan transportasi publik. Solusi saat ini saya kira seperti itu,” ujarnya.
BACA JUGA: DPRD Kota Bandung Minta Pemkot Lakukan Kajian Ganjil Genap
(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)


