spot_img
Kamis 18 Agustus 2022
spot_img
More

    Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2021 jatuh pada hari Selasa, 19 Oktober. Seperti diketahui bahwa maulid Nabi merupakan peringatan yang digelar setiap tahun oleh umat muslim untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Mekah pada tanggal 12 Rabiul Awal. Ibu Nabi Muhammad bernama Aminah dan ayahnya bernama Abdullah.

    Pada saat kelahiran Nabi Muhammad SAW kota Mekah dalam kondisi yang diserang oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah.

    Peringatan awal maulid nabi Muhammad Saw ini memiliki beragam versi. Peringatan pertama dilakukan pada abad ke-4 tahun Hijriah oleh seorang Raja bernama Fathimiyyun di Mesir.

    BACA JUGA: Libur Maulid Nabi Digeser, Kemenpan Larang ASN Cuti dan Keluar Kota

    Dalam sejarah raja ini memimpin Mesir dari tahun 362 Hijriah sampai 567 Hijriah. Pada saat itu selain mengadakan Maulid Nabi Raja Fathimiyyun juga mengadakan Maulid Ali, Hari Asyura, Maulid Hasan, Maulid Husein, Maulid Fatimah.

    Dalam pelaksanaannya maulid Nabi Muhammad SAW sempat ditentang oleh Al-Afdhal bin Amir lalu diperbolehkan kembali oleh Amir li Akhamillah pada tahun 524 Hijriah.

    Pada tahun 1183 Masehi atau 579 Hijriah dibawah pimpinan Salahudin Al Ayyubi pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali dilaksanakan untuk membangkitkan semangat umat muslim saat perang salib dalam perebutan kota Yerusalem.

    Sampai saat ini pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW masih terus dilaksanakan diberbagai negara muslim termasuk di Indonesia.

    Di Indonesia sendiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tak lepas dari ajaran para Walisongo yang menyebarkan agama Islam di tanah Nusantara.

    BACA JUGA: HMI Banjar Pertanyakan Hasil Pembangunan IPA Balokang Patrol

    Seperti diketahui bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia biasanya akan dilaksanan dengan cara membaca manakib Nabi Muhammad SAW pada kitab Maulid Al Barzanji, Maulid Diba, Burdah, Saroful Anam, Maulid Simtud Dhurar dan yang lainnya.

    Setelah selesai membaca manakib biasanya masyarakat akan melaksanakan silaturahmi dan dilanjutkan dengan acara makan bersama dimana hal itu merupakan perwujudan untuk meneladani sikap dan perilaku dan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

    (Fauza)

    Berita Terbaru

    spot_img
    spot_img