spot_img
Minggu 19 Mei 2024
spot_img
More

    Pandemi COVID-19 Membaik, Pemerintah Jangan Terlena Dengan Pujian

    JAKARTA,FOKUSJabar.id: Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah  agar tidak terlena dengan pujian koalisi bahwa  penanganan pandemi COVID-19 sudah onthetrack.

    “Harus dianalisa dulu semua core indikator penanganan pandemi, benarkah statistiknya sudah membaik? Bahaya jika pemerintah sampai terlena dengan  pujian yang tidak berdasarkan data valid.  Ini bisa mengaburkan kondisi sebenarnya,“ katanya dalam rilis yang diterima Rabu (1/9/2021).

    Meskipun kasus harian COVID-19 sudah menunjukkan penurunan, namun,  kata Netty,  Indonesia masih berada di masa krisis pandemi virus Corona. 

    BACA JUGA: Menparekraf RI: Daya Tarik Desa Wisata Cangkuang Garut Modal untuk Bangkitkan Perekonomian Pascapandemi COVID-19

    “Dari sektor kesehatan kasus kita masih tinggi, positivityrate masih di atas standar WHO. Kita juga pernah jadi juara kematian akibat pandemi COVID-19 di dunia.  Distribusi vaksin belum merata dan target harian vaksinasi sering meleset. Bahkan terjadi kasus salah sasaran penggunaan  booster vaksin untuk nakes oleh sejumlah pejabat dan kelompok lain yang tidak berhak,” kata dia.

    Selain itu, menurut Netty,  pencairan  insentif nakes dan pembayaran  klaim rumah sakit juga masih bermasalah.  Bahkan  sejumlah daeràh  masih  berada pada zona merah atau PPKM Level 4. Jadi pujian keberhasilan penanganan pandemi berdasarkan  indikator apa.

    “Rakyat banyak yang gelisah, susah dan tidak tahu harus berbuat apa. Jumlah penganguran dan PHK meningkat,  angka kemiskinan bertambah,  usaha rakyat banyak yang tutup atau kembang kempis, sementara bansos dengan jumlah kecil untuk rakyat pun dikorupsi,” kata dia.

    Oleh karena itu, menurut Netty sudah saatnya pemerintah fokus penanganan virus Corona dan jangan sampai terbuai pujian.

    BACA JUGA: Laga Perdana Liga 1 2021, Persib versus Barito Putera

    “Pastikan semua sektor berkolaborasi mengendalikan pandemi dengan standar yang sama. Jangan sampai di satu sisi dilakukan  pengetatan, sementara di sisi lain masih ada  program spsialisasi kementerian dan lembaga yang mensyaratkan kehadiran sejumlah peserta,” kata Netty.

    (Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img