spot_img
Kamis 23 September 2021
spot_img
spot_img

Jenderal Kopi Nusantara Buwas Siap Beroperasi saat PPKM Level 4

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah menggelar simulasi makan di tempat atau dine in pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di beberapa kafe dan restoran di Kota Bandung. Salah satunya di Jenderal Kopi Nusantara Buwas, Jalan  LL. RE Martadinata (Riau) Kota Bandung.

Pemkot Bandung beserta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung sudah melakukan peninjauan secara langsung jalannya simulasi pada Jumat (30/7/2021). Dinkes Kota Bandung pun memberikan arahan pihak kafe Jenderal Kopi untuk melengkapi beberapa aspek yang dianggap perlu. Namun, secara keseluruhan, Jenderal Kopi telah menerapkan protokol kesehatan lengkap.

Owner Jenderal Kopi Nusantara Buwas, FX Edbert Luhur mengatakan, pengunjung diwajibkan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum memasuki area restoran. Lalu dilanjutkan pada pengecekan suhu tubuh serta kapasitas yang sangat dibatasi.

BACA JUGA: Kota Bandung Bakal Terima Jutaan Vaksin Pada Agustus Mendatang

“Untuk pengunjung, kami cukup ketat dalam penerapan prokes. Harus cuci tangan sebelum masuk, harus memakai masker serta ada cek suhu. Jika kapasitas telah sesuai, kami tidak akan memperbolehkan untuk masuk dan kapasitas pengunjung dibatasi 25 persen dari total kapasitas yang ada,” kata Edbert, Minggu (1/8/2021).

FOKUSJabar.id Vaksin
Pintu masuk Jenderal Kopi Nusantara Buwas. (FOTO: Yusuf Mugni)

Selain itu, kata Edbert, seluruh karyawan Jendral Kopi harus sudah menjalani vaksinasi sebanyak dua kali dosis.

“Semua karyawan Jenderal Kopi Nusantara Buwas telah menerima vaksin sampai dua dosis, peralatan makan pun sudah disterilisasikan dengan menggunakan UV box,” kata dia.

Edbert menambahkan, area kafe tidak pernah absen untuk dilakukan penyemprotan disinfectant. Serta pengecekan rutin yang dilakukan kepada karyawan.

“Selain itu, kami diawasi Satgas Penanganan Percepatan Covid-19. Dimana Akar bekerjasama dengan Satgas untuk melakukan pengawasan ketat. Maka akan ada pertimbangan untuk segera dilakukan relaksasi untuk kafe, restoran dan rumah makan,” kata dia.

(Yusuf Mugni/Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img