spot_img
Rabu 4 Agustus 2021
spot_img
spot_img

Stok Plasma Convalescent di Kota Bandung Kosong

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Bandung Uke Muktimanah  mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ketersediaan plasma convalescent di PMI  kosong. Hal itu dikarenakan permintaan plasma convalescent di masa pandemi terus meningkat.

“Dulu sebulan atau dua bulan saja permintaan hanya 10 labu per hari. Tetapi, sekarang permintaan naik hingga per harinya 30 sampai 35 labu plasma. Kondisi ini tak seimbang antara permintaan dan jumlah pendonornya. Kami kesulitan mencari pendonornya karena datanya itu ada di rumah sakit-rumah sakit,” kata Uke usai memperingati hari donor darah sedunia di Kantor PMI Kota Bandung Jalan Aceh Jabar Senin (14/6/2021).

Kesulitan lainnya, kata dia, terkadang penyitas Covid-19 tak mau ketahuan bahwa mereka sempat terkonfirmasi, serta mereka juga tak terbiasa melakukan donor sehingga ada rasa kekhawatiran. Selain itu, penyitas yang boleh mendonorkan plasmanya memiliki kurun waktu 2 minggu sampai 12 minggu.

“Orang yang tanpa gejala (OTG) meningkat saat ini dan orang yang biasa memerlukan plasma itu ialah mereka yang bergejala sedang. Pascalebaran ini permintaan plasma lebih banyak,” kata dia.

pandemi
PMI Kota Bandung Saat Peringati Hari Donor Darah se-Dunia di Kantor PMI Kota Bandung Jalan Aceh Jabar Senin (14/6/2021). (FokusJabar/Yusuf Mugni)

BACA JUGA: Okinawa Sushi Bandung, Tak Hanya Nikmat Juga Instagramable

Lebih lanjut Uke mengatakan, permintaan plasma convalescent tak tergantung pada kategori usia baik anak atau lansia. Melainkan, saat ini kondisinya semua kategori membutuhkan plasma. Dia mengaku tak ada ketersediaan atau stok plasma terjadi sejak awal adanya pandemi ini. 

“Sulit sekali mencari pendonor plasma itu. Permintaan (plasma) naik per Januari 2021,” kata dia.

Uke menambahkan, pihaknya mengaku telah memberikan informasi ke rumah sakit melalui surat dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, untuk mengimbau kepada para penyitas agar mau mendonorkan plasmanya.

“Data penyitas Covid-19 itu kan adanya di rumah sakit. Kami hanya ada data pendonor darah saja. Jadi, rumah sakit harus mengedukasi pasien Covid agar ketika setelah 2 minggu tak merasakan gejala bisa datang ke PMI untuk donor plasma,” katanya. 

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara) 

Artikel Lainnya

spot_img