spot_img
Sabtu 17 April 2021
spot_img
spot_img

Peserta Aktif BPJS Naker Tersisa 27,75 Juta Orang Akibat Banyak PHK

BANDUNG,FOKUSJabar.id: BPJS Ketenagakerjaan menyatakan total tenaga kerja aktif per Februari 2021 sebanyak 27,75 juta orang. Hal itu terjadi karena banyaknya pemutusan hubungan Kerja (PHK).

Jumlah penuruan tersebut sebanyak 7,43 persen dari jumlah peserta aktif pada akhir 2020 yang sebanyak 29,98 juta orang.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakn, jumlah peserta aktif bergerak fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Pada 2020 misalnya, jumlah peserta aktif anjlok 12,26 persen dari posisi 2019 yang mencapai 34,17 juta orang.

“Penurunan terjadi pada 2020 karena banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan banyak pekerja yang mencairkan jaminan hari tua (JHT),” ungkap Anggoro dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (30/3/2021).

BACA JUGA: Tagihan Iuran BPJS 2021, Berikut Tarif Terbarunya

Bila dirinci, total peserta aktif pada 2016 sebanyak 22,63 juta orang, pada 2017 sebanyak 26,24 juta orang, pada 2018 sebanyak 30,46 juta orang, pada 2019 sebanyak 34,17 juta orang, pada 2020 sebanyak 29,98 juta orang, dan per Februari 2021 sebanyak 27,75 juta orang.

“Target kami 2021 ini 37 juta orang, jadi bagaimana sembilan bulan ke depan naik jadi 37 juta orang,” kata Anggoro, seperti dilasnir CNN.

Sementara, total peserta BPJS Ketenagakerjaan per Februari 2021 mencapai 48,6 juta orang. Artinya, terdapat 20,85 juta peserta non aktif.

Total peserta BPJS Ketenagakerjaan per Februari 2021 itu, sambung Anggoro, masih jauh dari total angkatan kerja yang mencapai 137 juta orang. Realita ini berbeda dengan kondisi jaminan sosial tenaga kerja yang berada di Singapura dan Malaysia.

(Agung)

 

Artikel Lainnya

spot_img